Renungan dalam robot raksasa berjalan

tanah airku..
Indonesia..

akankah terus seperti ini ? atau akan lebih buruk lagi ?

dari dalam gerbong kereta , sambil membaca , sesekali ku tengok luar jendela ..

banyak yg memacuku mengucap ‘subhanallah’ atas indahny alam negriku yg telah Allah ciptakan ..
hamparan sawah hijau membentang , gunung menjulang , berpayung awann .. oh indah pemandangan ..(kok jadi nyanyi ?!) ..
tak sedikit pula ku berdecak kagum kpd negriku ini saat melihat jejeran rumah sangat sederhana dengan bilik atau bata merah tanpa cat sebagai dinding nya .. dengan asbes atau genteng rapuh sebagai atap nya ..
dengan tanah atau lapis pasir abu sebagai tempat pijaknya ..

sedangkan di sana .,
istana mu begitu megah , wahai pemimpin negri !!

dengan dinding , atap , dan lantai penuh dengan emas !

kau gunakan pangkatmu untuk memanjakan diri dan sanak saudara mu ..

isi tudung saji di atas meja makan mu selalu istimewa ..
menu menu pilihan selalu tersedia untukmu , wahai pemimpin negri !

tak bisakah kau rendahkan sedikit kepalamu untuk melihat betapa sulitnya rakyatmu menyuap sesendok nasi tuk memberi kerja pada lambung ny ?
sedang kau di sana !
terus mengisi lambung mu dengan emas emas negara yang entah dengan cara apa kau memakannya ..

berapa banyak baju baru yang kau miliki untuk menyambut hari nan suci lalu ?
berapa banyak toples toples hidangan tamu saat hari raya lalu ?
berapa banyak kau beri uang spesial ‘idul fitri untk rakyatmu ? sudahkah setara dgn uang rakyat yg kau makan, wahai pemimpin negri ! dan bukankah kau undang media untk meliputmu bersedekah saat itu ?

pemimpinku .. pemimpinku ..
mana tindakan nyata dari ucapan manismu kala itu ??
sudahkah kau lakukan ?
atau menurutmu , rakyat mu hanya sekumpulan bocah balita yg dapat kau kelabuhi ?

sekali-kali TIDAK wahai pemimpin negri !

rakyatmu bukanlah bocah balita yg dapat kau kelabuhi ..
rakyatmu pun bukanlah sebongkah batu yang dapat kau tendang saat menghalangmu tuk melalap habis uang rakyatmu ..

seharusnya KAMMI , rakyatmu yang mengendalikanmu wahai pemimpin negri !

tak bisakah kau perhatikan ?

5 syawal 1432 H
dalam angan penuh cita dan cinta , untk Indonesia ..

Dhiyanajma Eljannah

Advertisements

Dhiyanajma Eljannah

Dhiyanajma Eljannah ..

“kenapa bintang? kenapa ga bulan aja?” tanya salah satu sahabat ..
“karna sinar bintang mencerminkan ketawadhu’an..” jwbku asal.

Dhiya , berarti sinar ..
Najma , berarti bintang ..
Jannah , sama dengan syurga ..
Dhiyanajma Eljannah bs diartikan sinar bintang dari syurga ..

Kenapa tawadhu’ ?
Bintang itu sbenarny jg ad di siang hari , bukan ?
Tp tak terlihat , krna sinar bintang terbesar(matahari) begitu menyilaukannya ..

Ia bersabar ..
Menunggu saat yg tepat untk memberi sinarny bagi penduduk bumi , meski toh sinar itu pun diberi oleh matahari ..

Ia dengan senang hati mengambil alih pekerjaan matahari untuk menyinari penduduk bumi .,
Dengan ikhlas ny ., ia biarkan matahari beristirahat di singgasana ny ..

Bintang pun setia menemani bulan ..
Bahkan ketika bulan tak menampakkan diriny , toh bintang tetap setia bergantung di langit , menghujani penduduk bumi dengan sinar tawadhu’ nya ., sinar syurga Nya ..

Bintang .,
Tujuan dari pesawat harapan yang sedang ku tumpangi ..
Ya ., cita itu ada di sana .. cinta itu pun ada di sana ..
*seraya menunjuk bintang*

Pesawat harapan yg sedang ku tumpangi ., kini sdg mengisi aftur ‘tauhid dan iman’ .. mencari pilot ‘qur’an dan sunnah’ dan pramugari ‘sabar dan ikhlas’ agar dapat selamat sampai tujuan keabadian ..

cita dan cinta .. tengah menunggumu di sana !
*seraya menunjuk 1 bintang*

maka bersegeralah ..
bersegeralah menuju cita dan cintamu ..

tunjuk 1 bintang ., dan raihlah ..
jangan pernah berhenti dan menyerah ..
nanti , ada saatnya bintang itu bersinar ..
saat cita dan cinta menjadi nyata ..

4 syawal 1432 H
Dalam angan penuh cita dan cinta .,

Dhiyanajma Eljannah