Organisatoris? Siapa takut !

Postingan kali ini saya tujukkan untuk adik-adik Najma tercinta yang sudah sejak lama me-request tema ini ..

Tema kali ini adalah tentang bagaimana Najma-menurut adik2-bisa membagi waktu sebaik mungkin hingga dapat menjalani hari-hari sebagai mahasiswa + aktivis sesempurna mungkin (dalam bayangan mereka)..

Oke, pertama saya akan sedikit memberikan sedikit bocoran bahwasanya sampai detik ini Alhamdulillah Najma masih aktif di -kalau tidak salah- 5 organisasi baik dalam maupun luar kampus.

1. BEM KM MIPA UNSOED

2. ROHIS MIPA UNSOED

3. BASIC MIPA UNSOED

4. KAMMI Komisariat Soedirman

5. FOSMA Purwokerto

Untuk fosma purwokerto, mungkin Najma masih belum resmi menjadi pengurus, hanya magang (bisa diartikan Najma hanya menjadi pelengkap keluarga Fosma Purwokerto) ^^

Sedikit cerita mengenai latar belakang saya menulis postingan ini.. Tepat pada tanggal 20 November 2011 lalu, Najma menjadi salah satu panitia dari salah satu acara yang diadakan oleh ROHIS MIPA UNSOED.. di penghujung acara, seluruh panitia yang ada saat itu diminta untuk maju ke depan dan memperkenalkan diri. Saat tiba giliran Najma..

Najma : “Ya, Assalaamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh ..”

Adik-adik akhwat : “Wa’alaykumussalam warahmatullaaahh ..”

Najma : “Sudah kenal kakak kan ya dek? Kalau begitu sudah yaa ndak usah kenalan lagii..”katanya sambil menggoda adik-adiknya.

Adik-adik akhwat : “Yah kakak mah .. belum kok kita belum kenal..”jawabnya sambil mesam-mesem..

“Baiklah, nama kakak Alhamdulillah belum berubah sampai sekarang, masih seperti yang dulu.. Siapa coba?”kata Najma sambil balik bertanya.

“Dhiyanajma Eljannah..” Jawab mereka serentak.

“Yap, betul.. Tuh kan udah pada kenal.. Yaudah deh sekarang langsung sesi pertanyaan saja. Ada yang mau bertanya?”tanya Najma sambil melemparkan senyumnya kepada adik-adik tercintanya itu.

“Kak, saya mau tanya dong.”kata seorang adik sambil mengangkat tangannya.

“Gini kak, kakak kan organisasi nya banyak tuh.. Nah tapi kakak baik banget juga dalam akademis. Trus kakak juga organisasi nya di mana-mana aktif. Itu tuh gimana kak cara nge bagi waktunya?”tanyanya dengan tampang serius.

“MasyaAllah dek.. Kakak masih banyak kurangnya lho..”jawab Najma sambil tersenyum.

Sambil didesak oleh adik-adik yang lain, akhirnya Najma pun menjawab, “emm.. tapi sebelum kakak jawab, ade tau dari mana organisasi kakak banyak? kamu ngintipin kakak ya dek? hehe..”kata Najma sambil guyon.

“Hehe, saya mah tau aja kak..”jawabnya dengan logat sunda.

“Oke oke kakak jawab.. Bismillah ..”

Najma pun menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dan langsung menjawab pertanyaan adik tersebut..

“Iya betul sekali apa yang tadi ade bilang.. organisasi kakak lumayan banyak. sekitar 5 organisasi. itu pun menurut kakak masih ada yang kurang. karena ada beberapa hal yang masih belum tersentuh. InsyaAllah berikutnya kakak ingin ikut MITI-M..”

“Subhanallah ..”kata adik tersebut.

Najma pun hanya memandangnya sambil tersenyum dan melanjutkan jawabannya..

“Sedikit cerita, kakak itu orang yang seneng banget berorganisasi. organisatoris banget lah pokoknya mah. Dar SD-SMP-SMA-sampai kuliah pun Alhamdulillah masih dapat merasakan bagaimana nikmatnya menjadi seorang yang organisatoris sekali. Pertanyaannya, kenapa sih kakak seneng banget berorganisasi? Emangnya ada apa di organisasi sampe kakak punya amanah sebanyak itu?”

Adik-adik akhwat masih memperhatikannya dengan seksama sambil mengangguk-angguk kecil. Najma pun melanjutkan,

“Karena menurut kakak, dengan kita berorganisasi, pikiran kita tuh jadi terlatih untuk dapat menyelesaikan masalah-masalah baik yang ringan maupun yang berat. Dan biasanya, masalah-masalah itu datang dengan tiba-tiba dan kita pun dipaksa meyelesaikannya dengan segera. And perfectly, itu semakin memacu kerja otak menjadi 2 kali lipat untuk berpikir lebih cepat dan sigap dari biasanya..”

“Dengan berorganisasi pula, kita dapat me-manage dengan baik waktu yang akan dan belum kita lakukan. Biasanya, seorang organisatoris yang baik selalu mempunyai buku agenda. Buku agenda itu berisi hal-hal apa saja yang harus ia lakukan setiap harinya, setiap jam nya, bahkan setiap menit nya. Seorang organisator selalu menganggap bahwa waktu yang dimilikinya tidak sebanding dengan apa yang akan dilakukannya sehingga mereka selalu berusaha memaksimalkan waktu yang ada.”

“Dengan adanya buku agenda, organisator tersebut juga dapat teratur menjalani hari-harinya. Tidak acak-acakan seperti kebanyakan para mahasiswa KUPU-KUPU (Kuliah Pulang-Kuliah Pulang).”

“Contoh kasus, hari ini kakak ada rapat a,b,c,d. Lalu besok ada laporan yang harus dikumpul, kuis untuk praktikum, presentasi tugas kelompok dan individu, beserta segudang tugas lainnya. Dibenturkan dengan kondisi seperti ini, mau tidak mau, kakak harus segera mengatur jadwalnya agar hari ini bisa terlalui dengan baik dan tidak ada satu pun yang tidak terlaksana.”

“Oya, biasanya ketika kakak menuliskan ada 10 kegiatan yang harus dilakukan hari ini tapi kakak hanya melakukan 8, kakak akan memberikan sanksi kepada diri kakak sendiri. Misalnya, harus menghafal surat-surat di Al-Qur’an yang belum kakak hafal dan langsung menyetorkannya kepada teman atau murabbiyah. Tetapi dengan adanya sanksi itu, jangan malah menjadi celah kita untuk semakin tidak menghargai kegiatan-kegiatan yang sudah kita agendakan. Atau misalnya untuk membuat kita jera, setiap kali tidak melakukan salah satu kegiatan, harus infaq minimal 5000. Tetapi kembali lagi kepada individu masing-masing yaa.. Kalau kakak lebih senang yang hafalan. Karena akan meningkatkan kapasitas diri kita juga.”

“Tapi kak, saya kan sudah ya membuat sanksi seperti apa yang kakak bilang tadi, tapi tuh jadinya sama aja kak.. Bener kata kakak, malah jadi lebih sering melanggar. Gimana ya kak?”tanya salah satu adik.

“Humm.. dulu kakak juga seperti itu kok dek.. Proses belajar..”jawab Najma sambil tersenyum.. “Jadi gini ya sholihat.. sebelum kita mengatur jadwal kegiatan kita setiap harinya, ayo dicoba dulu mengatur jadwal amalan yaumi kita. sholat jama’ah , rawatib, dhuha, qiyamul lail, tilawah, shaum sunnah, muraja’ah, dan infaq. Coba ade-ade targetkan, setiap harinya harus berapa kali sholat jama’ah, rawatib, dhuhda, qiyamul lail.. harus berapa lembar tilawah dalam satu hari.. harus berapa kali shaum sunnah dalam satu pekan, harus muraja’ah berapa surat dalam satu hari, dan harus berapa rupiah yang kita infaq-an dalam satu hari. Ketika kita sudah memiliki target, maka bukankah kita akan dengan serius menjalankannya? Apalagi itu adalah ibadah dan ibadah tentunya akan mendapat pahala jika ikhlas, bukan?” Najma pun kembali tersenyum.

“Nah ketika masih ada amalan yaumi yang tidak sesuai target, silakan ade-ade buat sanksi terhadap masing-masing amalan yang belum terlaksana. misalnya, jika malam ini tidak qiyamul lail, maka sanksinya malam berikutnya harus double. begitu pun seterusnya. intinya, sanksi-sanksi itu dibuat untuk membuat kita semakin menyadari, bahwa apa-apa yang akan kita lakukan itu adalah sesuatu yang sangat penting dan mendesak. jadi ketika kita tidak melakukannya, maka anggaplah kita sudah mendzalimi diri kita sendiri. sepakat?”

Adik-adik pun tersenyum sambil mengangguk tanda setuju.

“Jadi, mau dimulai dari kapan untuk meng-agendakan semua kegiatan-kegiatannya, dek?”tanya Najma.

“Secepatnya kak.. Kan kita mau jadi akhwat organisator kayak kakak..”jawab Dina-salah seorang adik- sambil menggebu.

Najma pun hanya tersenyum bangga kepada adik-adiknya yang masih penuh dengan semangat itu. Najma berjanji, tidak akan mengecewakan mereka. Najma akan berusaha menjadi kakak yang baik untuk mereka..

Semoga Najma dapat menjadi salah satu sosok inspiratif untuk mereka..

Tetap semangat, sholihat..

Selalu persembahkan semua ini untuk Allah yaa .. ^^

Salam hangat untuk cita dan cinta,

Dhiyanajma Eljannah ..

Advertisements

2 thoughts on “Organisatoris? Siapa takut !”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s