Lingkaran Terakhir ..

Sebuah surat misterius yang mungkin pemberian terakhir dari teteh tercinta T.T

Tarbiyah.. adalah semacam pelepas dahaga bagi kami, ia memancarkan air ia memancarkan cahaya untuk menembus langsung pada jiwa-jiwa kami. Tarbiyah adalah pendidikan namun bukan hanya terhenti pada titik itu, ia melepaskan jiwa yang tadinya hanya terbelenggu oleh mata “dunia” saja menjadi jiwa yang mampu menaklukkan dunia dengan satu tujuan yakni Ridha Allah SWT.

Lalu seperti apa tarbiyah itu? Tarbiyah itu membuat jiwa yang kering menjadi basah, membuat jiwa yang lemah menjadi kuat. tarbiyah yang kami dapatkan bukanlah hanya sekedar transfer pengetahuan, namun juga berikut aplikasi dari ‘ilmu itu. Tarbiyah yang kami jalani adalah tarbiyah yang hidup di tengah-tengah kehidupan kami, bukan hanya saat pertemuan pekanan yang disebut liqo’ namun tarbiyah itu ada pada kami walaupun kami hanya sendirian.

Kader tarbiyah adalah manusia sama seperti Anda..ia juga lupa dan salah, namun tarbiyah telah ajarkan kami bagaimana agar hidup ini dijalani dengan berusaha sekuat tenaga untuk selalu ingat kepada Allah SWT mengikuti sunnah Rasulullah SAW, mencintai ulama dan umaro dan juga kaum mukmin lainnya serta menjaga hubungan baik dengan non muslim.

Tarbiyah mengajarkan kepada kami untuk menjalani hidup dengan kejujuran, menjalani hidup dengan optimis, menjalani hidup dengan perasaan cinta sebagai makhluk Allah SWT kepada makhluk lainnya. Maka apa ada yang salah dengan kami? Karena itulah kami berusaha untuk masuk ke semua elemen dalam bangsa ini, karena satu alasan yakni kami juga punya saham di negeri ini sebagai anak bangsa yang tak ingin negerinya terpuruk terus menerus..

Tarbiyah ajarkan kami untuk bekerja tak kenal lelah, maka Anda semua tak perlu heran terkadang dini hari kami di pelosok desa, siang hari di luar kota dan malam hari harus rapat untuk urusan umat. kami coba resapi taushiyah guru kami KH Rahmat Abdullah,

“Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai”.

“Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari”.

“Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yang diturunkan Allah”.

“Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yang bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak. Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam dua tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang”.

“Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan”.

“Tidak. Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih tragis”.

Saudaraku.. Tarbiyah mengajarkan banyak hal kepada kami untuk selalu bekerja.. Selalu berusaha menebarkan kebaikan dalam setiap saat meski terkadang lelah mendera, meski harus berhadapan dengan sebuah kondisi sulit dalam kehidupan pribadi kami namun tarbiyah sekali lagi mengajarkan kepada kami bahwa umat ini lebih kami cintai dibanding diri kami sendiri.

Maka kami akan terus bergerak.. Terus melaju untuk menyebarkan cinta, untuk menyebarkan sebuah kalimat Islam itu rahmatan lil ‘alamin itu saja.

“Seperti apapun hari yang kita lalui, semoga Allah tetap mengusap lembut hati kita, menjadikan kita bagian yang berjiwa tenang, yang kelak akan datang pada Allah dengan wajah bercahaya. Setiap hari kita adalah lembaran baru untuk digoreskan amal kebaikan, maka mari menjadikan setiap detik kita dengan amalan terbaik, semoga setiap peluh ternilai sebagai pemberat kebaikan.. aamiin .. Fastaqim ya sholihat .. mari berlomba meraih kado terbaik dari Nya..

Tak pernah diri ini tampil sempurna dihadapan kalian 🙂 karena sesungguhnya Allah Maha sempurna untuk semua hambaNya, maka aasif jiddan atas segala khilaf, atas sikap yang tak pantas, atas sapa yang tak ramah, atas do’a yang tak terangkai. Semoga dari sekian pertemuan kita ada kebaikan yang bisa antunna petik, yang semoga bisa menjadi goresan cinta dalam catatan tarbiyah menyejarah antunna ^^ semoga Allah menghimpun kita kelak bersama di jannahNya .. luv u coz Allah sholiha, selamat berjuang di belahan bumi manapun, tetap saling mendoakan yak :)”

Khadhra’ Syahidah

1 Desember 2011

5 Muharram 1433 H

To : My lovely murabbiyah ..

Syukran jazakillah untuk semua yang telah teteh beri untuk Najma..khususnya untuk liqo kita tercinta … Afwan jiddan kalau selama menjadi adik teteh, Najma jadi adik teteh yang paling bandel .. yang nggak pernah mau makan .. yang ambisius banget .. yang ngeyel .. yang bocah banget .. yang —yaaaahhh….. yang bocah banget deh teh pokoknya—… afwan ya teh ^^

Mungkin selama Najma bersikap demikian, Najma hanya ingin mencari perhatian sama teteh .. Najma kan senang diperhatikan ^^

Syukran atas perhatiannya ya teh …

Banyak cerita yaa teh bersamamu ..

dan bersamamu.. semua nya indah ..

tak ada sedikit cacat yang Najma temui ..

teteh indah banget ^^

Sayang banget sama teteh karna Allah …

semoga kelak kita dipertemukan di jannahNya..

11 Desember 2011

15 Muharram 1433 H

Dalam suasana haru biru  kondisi Musyawarah Anggota ROHIS ke XI,

Dhiyanajma Eljannah

Advertisements

2 thoughts on “Lingkaran Terakhir ..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s