Ini pemilihan ketua umum !

Senin, 12 Desember 2011 ..

Tiga orang teman Najma itu sedang menjadi bahan perbincangan sepanjang waktu ..

Tentang siapa yang berhak .. tentang siapa yang pantas .. tentang apa yang harus dilakukan ..

Lalu? Siapa yang Najma pilih ?

Unluckyly .. Najma tidak berminat memilih salah satu dari mereka.. entah karena memang sedang dalam kondisi yang tidak baik .. atau memang belum ada kecenderungan diantara ke-3 nya ..

tidak ada yang menangis lagi kali ini ..

berbeda jauh dengan kondisi Najma satu tahun silam..

masih menjadi mahasiswa baru .. namun telah berani cuap-cuap untuk mendukung seorang kakak yang sangat fenomenal dan sangat Subhanallah ..

mendukung seseorang yang memang dirasa paling pas dan cocok untuk menjadi pemimpin .. di era kapanpun.. dalam kondisi apapun .. ia tetap selalu akan pantas untuk menjadi seorang pemimpin ..

tahun lalu, alasan Najma untuk membuat beliau menjadi pemimpin dalam organisasi ini DITOLAK.. surely, kalau diterima, beliau pasti masih menjadi pemimpin beberapa detik lalu ..

tapi yang terjadi hari ini adalah..

Najma masih mendukung beliau untuk menjadi pemimpin organisasi ini ..

entah karena pendaman hati satu tahun silam .. atau memang dirinya sendiri yang senantiasa menunjukkan sifat-sifat kepemimpinannya hingga Najma tak hentinya mendukung beliau..

entahlah ..

dan yang terjadi dalam forum beberapa saat tadi adalah ..

“afwan .. saya tidak bersedia menjadi ketua umum ..”

“alasannya akh?”

“jadi begini .. ada beberapa pertimbangan yang mungki dapat menguatkan alasan saya .. pertama, 2 minggu yang lalu saya baru saja mendapat amanah menjadi mas’ul dari sebuah komunitas penghafal qur’an .. lalu, kalau saya boleh sedikit bercerita. sebenarnya saya mempunyai sebuah cita-cita terpendam yaitu saya mau mengikuti kuliah malam yang tidak diragukan lagi pasti akan lebih banyak menyita waktu saya .. kemudian, saya agak trauma untuk menjadi pemimpin di kampus ini .. mungkin dulu kalau Mas Nanta ingat-sambil melihat ke arah Mas Nanta (mantan presiden BEM fakultas nya)-saya pernah bilang ingin menjadi salah satu pengurus BEM Universitas ya mas tahun lalu? Nah, tapi tahun lalu Mas Nata masih menolak saya untuk masuk ke ranah universitas karena alasannya saya masih harus berkembang di sini untuk melakukan perbaikan-perbaikan.. Sekarang satu tahun sudah masa penantian saya untuk menuju ke ranah universitas, jadi saya akan lebih cenderung untuk berorganisasi di sana.. Ya, mungkin itu beberapa alasan saya..”

hening. Forum saat itu hening sekali. Najma hanya bisa memandangi beliau. Pandangan haru. Pandangan aneh. Pandangan… entahlah pandangan apa namanya..

“Alasan Diterima…”ucap salah seorang kakak yang duduk di belakangku-Kak Aya-.

Hah? Diterima? Najma pun langsung memangdangi Kak Aya lekat-lekat.

“Kak??”

“Jadi gimana forum? Alasan diterima?”tanya presidium.

“Diterima….”jawab peserta forum. Kompak. Kecuali Najma.

Setelah menyebutkan alasan-alasannya dan setelah alasannya itu diterima, Beliau pun diminta untuk duduk kemabali.

“Ya, silakan Mas Eru untuk duduk kembali..”

Najma ak kuasa menahan tangis. Dalam diam, Najma pun menangis.

Lalu Najma mencoba menceritakan semuanya kepada salah satu mba akhwat via telefon..

“Afwan akh, saya izin keluar ya..”

Segera Najma mencari nomor hp nya mba Widi dan segera menelfonnya.

tuuuut….tuuuut…..tuuuuttt…….

“Ya, Assalaamu’alaykum ada apa de?”

“Mba Widiiiiii….. Nangis nihhh Najmaaaa….”

“Kenapa??”

“Masa tadi alasannya beliau diterima forum coba mbaaa…..”

“Emang dia ngomong apa aja?”

“Jadi katanya tuh .. (bla bla bla bla).. aduhhh gimana ya mbaa…”

“Heum… Ayo de, ditolak lagi aja tuh alasannya.. Ade tau kan gimana kebutuhan di kampus nya ade? Milih ketum tuh bukan kayak milih gorengan. dan pemimpin itu dilahirkan.. Semangat de.. ”

“Heu .. nangis nih mbaa….”

“Udah jangan nangis.. Sana masuk lagi… Ayo de, usahakan ya..”

Oke. Telfon pun ditutup. Najma masuk kembali ke ruang sidang dan duduk dengan tenang seolah tidak terjadi apa-apa.

Setelah semua bakal calon ketua umum menyampaikan kesediaan atau ketidaksediaannya, Najma pun angkat tangan dan bicara.

“Afwan akh, ane boleh PK?”

“PK apa ukh?”

“PK tentang tahap kesediaan ini.. Boleh ya?”

“Oh iya silakan ukh..”

“Bismillah… Ya Assalaamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh … Afwan sebelumnya kepada seluruh peserta sidang yang di-cut lagi waktuny oleh saya. Tapi di sini saya hanya berusaha menyampaikan pandangan-pandangan saya terkait tahap kesedian yang tadi telah dipaparkan oleh akh Eru..

Pertama, afwan sekali kepada akh Eru.. ane MENOLAK alasan-alasan antum tadi yang antum paparkan..

Saat antum selesai memaparkan tadi mungkin saya terlihat diam, tapi sebenarnya saya sedang berpikir bagaimana cara menyampaikannya.. Saya bingung kenapa ini forum pada setuju.. Akhirnya saya keluar dan menenangkan diri saya sampai akhirnya saya kembali lagi ke ruangan ini..

Afwan jiddan.. ane harus menolak alasan antum.. mungkin yang pertama terkait masalah antum yang telah menjadi mas’ul dari sebuah komunitas penghafal qur’an.. yaudah.. emangnya salah ya kalau sudah menjadi pemimpin di salah satu komunitas kemudian menjadi pemimpin di organisasi lain? toh memang fitrahnya seorang manusia bukankah menjadi seorang pemimpin? antum ngga bisa akh menjadikan kepemimpinan antum di sana menjadi kambing hitam. toh dari komunitas itu pun memperbolehkan kan kalau antum jadi pemimpin di organisasi lain?

Lalu yang kedua, terkait masalah mimpi atau cita-cita.. Ya, bukan cuma antum yang punya mimpi akh.. kita semua di sini juga punya cita-cita meskipun memang berbeda. bakal calon yang sudah tertulis namanya di depan pun pasti telah merangkai cita-citanya. tapi ya lagi-lagi jangan egois. jangan jadikan hal itu menjadi penghalang antum untuk melakukan perbaikan di sini..

Lalu terkait masalah BEM universitas, ya sudah itu memang menjadi hak antum. tapi lagi-lagi, coba lihat kebutuhan yang ada di MIPA. antum tega apa ninggalin kampus ini dengan segala ketidakteraturannya??”

hening. lagi-lagi forum pun hening.

Lalu beliau pun kembali memaparkan jawaban-jawabannya dengan sangat apik. Smapai membuat Najma terdiam beberapa saat dan kemudian menunduk lalu menangis..

“Naj.. di sampaikan aja semuanya.. jangan di pendem ya…”ucap Kak Aya..

Najma pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya…

“Ya bagaimana forum? Apakah alasannya diterima? Gimana mbak Najma?”

Najma pun hanya tertunduk lesu. Hampir semua peserta sidang saat itu menerima kembali alasan beliau.

Sudahlah…

Memang sepertinya beliau tidak ingin menjadi pemimpin di lembaga dakwah ini.. What should I do then?

diam. menangis.

“Naj.. gimana? tuh udah ditanyain sama presidiumnya..”

“Yaudah lah kak….”

“Baik.. Diterima ya ukh alasannya? Tahap kesediaan, selesai.”

Najma kembali diam. duduk termenung dalam diam. menangis? sudah dilakukannya sejak awal..

tilawah lillah saja…

jadi terinngat salah satu kata mutiara yang pernah Najma bacakan untuk mendukungnya menjadi ketua ospek saat itu..

Pemimpin sejati itu..

Selalu tampak santai dalam kesibukan..

Tersenyum dalam kesedihan..

Tenang di bawah tekanan..

Tabah dalan kesulitan..

Optimis di depan tantangan…

Najma rasa, semua itu terletak dalam diri seorang Kak Eru..

Yasudah lah.. selamat menempuh hidup baru saja untuk ketua umum yang terpilih..

Fastaqim ya akhi ..

Advertisements

10 thoughts on “Ini pemilihan ketua umum !”

  1. ADIK KECILKU

    Adik kecilku sudah remaja
    Seragam putih abu-abu melekat di badannya
    Manis, anggun, penuh pesona
    Katanya, dia ingin jadi dokter
    Tak tahu kenapa…
    Mungkin agar tangan mungilnya
    Bisa berguna untuk dunia

    Adik kecilku sudah remaja
    Tapi dunia membuatnya penuh tanya
    Semua berjalan berpasangan bergandengan tangan
    Tapi katanya…
    Kenapa aku sendiri?

    Tiap gadis dihujung saling bercanda
    Saling puji, dengan polesan manja
    Terlihat cantik dan mempesona
    Diperhatikan tiap mata berlalu lalang
    Tapi dia mengeluh
    Katanya…
    Kenapa tak ada yang memperhatikanku?

    Adik kecilku sudah remaja
    Dia sedang menanti cinta
    Dia ingin diperhatikan
    Dia ingin dimanja

    Adikku sayang… mari sini duduk disamping kakak
    Kau masih punya jalan panjang sayang
    Jangan mudah terayu buaian remaja
    Dusta dan hitam dunia begitu pekat
    Jangan kau terlelap di dalamnya

    Jangan pula merasa sendiri adik kecilku manis
    Karena s’lalu ada teman disampingmu
    Tak percaya?
    Coba tilik hati kecilmu sayang, sahabat terbaik ada disana
    Dia menjagamu penuh kasih sayang, penuh suka cita, penuh buaian manja
    Lihat kanan kirimu
    S’lalu ada yang menatap tiap langkah anggunmu
    S’lalu ada yang memperhatikanmu
    S’lalu menjagamu dari sorot mata tajam yang ingin memangsa

    Adikku sayang…
    Tak usah perdulikan bising dunia,
    Tak usah berpikir kau hanya sendiri melawan pahitnya kehidupan
    Belajar saja yang rajin ya…
    Agar kelak gelar dokter dapat menemani namamu
    Agar aku bisa berobat gratis… hehehe

  2. Pemimpin sejati itu..

    Selalu tampak santai dalam kesibukan..

    Tersenyum dalam kesedihan..

    Tenang di bawah tekanan..

    Tabah dalan kesulitan..

    Optimis di depan tantanganā€¦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s