Refleksi …

Jakarta, 22 Rabbi’ul Awal 1432 H

Pesan singkat bersifat pertanyaan itu sedikit mengguncang pikiran Najma malam itu. Permainan yang sejak tadi dilakukannya pun terhenti sesaat. Bingung. Menatap layar laptop, lalu kembali menatap layar handphone. Sebelumnya sudah ada yang menyita senyum Najma. Apakah ini yang berikutnya?

Tidak. Allah sesuai dengan prasangka hambaNya. Najma tak mau mengambil kesimpulan terlalu cepat. Menatap kenyataan pun Najma belum sanggup. Ah, Rabbii.. Lagi-lagi, kalimat perandaian itu terlontar dari bibirnya.

Allah tidak tidur. Allah selalu melihat hamba-hambaNya. Allah selalu mendengar keluh kesahnya. Banyak hal yang Najma harapkan. Semuanya digantungkan hanya pada Allah. Maka jika satu harapan ini belum Allah kabulkan, tetap tidak ada kata menyerah kan Naj?

Sekalipun memang iya harus menyita senyummu lagi, toh Najma yang harus menjalaninya. Najma yang memulai, maka harus Najma yang mengakhirinya. Proses itu jauh lebih berharga ketimbang hasil. Ingat itu baik-baik, Naj. Najma akan mendapatkan banyak sekali pelajaran dari tiap proses, jika Najma sabar dan menerima setiap kehendakNya.

Jalani apa yang sudah terjadi. Keadaan menjadi seperti ini memang tidak pernah Najma harapkan. Tetapi pasti, Najma turut serta menjadi pemeran utama dalam kondisi seperti ini.

Jangan pernah menyerah pada keadaan. Jangan pernah menyalahkan kehadiran orang lain untuk kondisi-kondisi seperti ini. Karena sesungguhnya, semua itu berasal dari dirimu, Naj. Maka instrospeksi diri lah. Bermuhasabah lah.

Allah sudah teramat sayang padamu. Apakah belum cukup dengan apa yang selama ini telah Ia beri? Pantaskah kau meminta lebih sedangkan kecintaanmu padaNya belum sampai titik ekuivalen sempurna? Pantaskah kau selalu meminta yang terbaik, sedang dirimu berada pada dasar jurang yang kelam?

Mari lebih dalam mengenal dirimu, Naj. Sudah seberapa besar amalan-amalan baik yang bisa kau banggakan ketika kau sedang meminta kepadaNya? Sudah seberapa banyak materi yang kau korbankan untuk berjihad di jalanNya?

Memang, tidak akan pernah mencapai sempurna amalan-amalan kita. Bahkan ketika kita sudah menganggapnya sempurna sekalipun, itulah saatnya amalan-amalan kita benar-benar belum sempurna.

Bercerminlah. Lihat ke dalam dirimu. Sudahkah pengabdian yang tulus itu hanya kau tujukkan padaNya? Sudahkah semua ibadah dan amal kebaikan itu kau lakukan hanya untukNya?

Jika belum, istighfar Naj ..

Astaghfirullahal’adziiimm…

Jika semua yang kau lakukan selama ini belum kau dedikasikan seutuhnya untuk Rabbmu.. Maka ingatlah bahwa “sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah”.. semua itu hanya untuk Allah Naj..

Maka bersihkan kembali hatimu. Selalu kembali ke titik nol. Titik di mana dirimu benar-benar membutuhkan Allah Yang Maha Esa untuk memberikan kekuatan maha dahsyat kepadamu.

Sebentar lagi, kau akan memasuki babak baru. Seperti layaknya sebuah permainan, kau sudah dibekali amunisi yang cukup untuk berperang. Akan ada banyak sekali musuh yang akan menghadang menuju visi hidupmu. Menuju cita-cita agungmu. Maka perangilah mereka. Usir semuanya dari dalam hatimu. Buang jauh-jauh mereka. Mereka itulah yang sering kita sebut hawa nafsu. Karena sesungguhnya, musuh terbesar dalam hidupmu adalah hawa nafsumu. Maka perangilah.

Ada satu hal lagi.. Ingatlah Naj, ada sosok wanita paruh baya yang selalu khawatir dengan kondisimu, yang selalu berharap banyak pada dirimu. Jangan pernah kau kecewakan ia. Berikanlah yang terbaik padanya. Penuhi kebutuhan fisik dan mentalnya. Jadilah anak yang tidak hanya bisa membahagiakannya melalui fisik dan mental, tapi kau juga harus membawanya turut serta menuju syurga.

Semangat Najma Sholihah !! Allah bersamamu .. =’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s