Kata Kerja? Atau Kata Benda?

Anggap saja ukhuwah = cinta ..

Sekarang aku tanya,, cinta itu kata kerja atau kata benda?

Kalau kamu menjawab kata kerja ..

Maka cinta akan sama dengan mencintai..

Kalau kamu menjawab kata benda..

Maka cinta akan sama dengan dicintai..

Sekarang kembali ke makna ukhuwah..

Menurut kamu, ukhuwah itu kata kerja atau kata benda?

Kalau kamu menjawab kata kerja,,

Maka ia memilih untuk mencintai..

Meski tanpa dicintai.. Continue reading Kata Kerja? Atau Kata Benda?

Protokol 18 : Jangan jadi aktifis sekuler !

Refleksi Panggilan Jiwa

Protokol #18 Jangan jadi aktifis sekuler !

Secara umum sekuler sering diartikan sebagai pemisahan antara pemerintahan dan agama. Pengdikotomian yang sering membuat pemikiran dan keberjalanan kehidupan menjadi terdikotomi atau tersekat-sekat. Pemisahan antara pemerintahan dan agama merupakan bentuk dari tidak adanya pengakuan dari konsep Islam yang komprehensif. Islam yang mengajarkan kepada kita segala sesuatu tentang kehidupan. Pada bagian ini saya akan sedikit memaparkan kekhawatiran akan kondisi aktifis dakwah di kampus.

Definisi sekuler yang saya coba paparkan adalah pengdikotomian aktifis dakwah terhadap wadah dakwah yang ada di kampus. Wilayah dakwah di kampus secara garis besar bisa terbagi dalam tiga wilayah. Pertama, Wilayah khidamy dan dakwiy ( pelayanan dan dakwah ) yang diwakili oleh lembaga dakwah kampus, mahad kampus, lembaga dakwah fakultas, dan lain sebagainya. Kedua, wilayah siyasi dan sya’bi ( politik dan kemasyarakatan ) yang diwakili oleh badan eksekutif mahasiswa, himpunan mahasiswa dan lain sebagainya, serta yang ketiga, wilayah faniy ( akademik…

View original post 1,145 more words

Tinggal pilih : menggantikan atau tergantikan?

mungkin hari ini, Allah ingin kita membicarakan masa depan..

bukan…bukan masa depan kita.. tapi masa depan dakwah..

10:06 pm

“Aku mau nangis.”

10:13 pm

“Kenapa neng?”

10:18 pm

“Aku.mau.nangis.”

10:38 pm

“Eum ga bs cerita ya shab? yaudah deh.. *bighug*

10:57 pm

“Sekarang lg sibuk ga Naj?”

10:57 pm

“Ngga (:”

10:58 pm

“Aku telpon gimana?”

10:59 pm

“Iyaaa telp aja neng,”

Beberapa detik kemudian, muncul nama nya memanggil-manggil di handphoneku..

Shabrina Nida Alhusna is calling..

–> Answer –> Click.. Continue reading Tinggal pilih : menggantikan atau tergantikan?

Pudarnya Pesona Cleopatra

Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalan kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.” Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu”
kata ibu.

“Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu” , ucap beliau dengan nada mengiba.

Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.

Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran) sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face dan anggun.

 

Namun garis-garis kecantikan yang kuinginkan tak kutemukan sama sekali.
Adikku, tante Lia mengakui Raihana cantik, “cantiknya alami, bisa jadi bintang iklan Lux lho, asli ! kata tante Lia. Tapi penilaianku lain, mungkin karena aku begitu hanyut dengan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra, yang tinggi semampai, wajahnya putih jelita, dengan hidung melengkung indah, mata bulat bening khas arab, dan bibir yang merah. Di hari-hari menjelang pernikahanku, aku berusaha menumbuhkan bibit-bibit cintaku untuk calon istriku, tetapi usahaku selalu sia-sia.

Aku ingin memberontak pada ibuku, tetapi wajah teduhnya meluluhkanku. Hari pernikahan datang. Duduk dipelaminan bagai mayat hidup, hati hampa tanpa cinta, Pestapun meriah dengan emapt group rebana. Lantunan shalawat Nabipun terasa menusuk-nusuk hati. Kulihat Raihana tersenyum manis, tetapi hatiku terasa teriris-iris dan jiwaku meronta. Satu-satunya harapanku adalah mendapat berkah dari Allah SWT atas baktiku pada ibuku yang kucintai.
Rabbighfir li wa liwalidayya!

Layaknya pengantin baru, kupaksakan untuk mesra tapi bukan cinta, hanya sekedar karena aku seorang manusia yang terbiasa membaca ayat-ayatNya.
Raihana tersenyum mengembang, hatiku menangisi kebohonganku dan kepura-puraanku. Tepat dua bulan Raihana kubawa ke kontrakan dipinggir kota Malang.

Mulailah kehidupan hampa. Aku tak menemukan adanya gairah. Betapa susah hidup berkeluarga tanpa cinta. Makan, minum, tidur, dan shalat bersama dengan makhluk yang bernama Raihana, istriku, tapi Masya Allah bibit cintaku belum juga tumbuh. Suaranya yang lembut terasa hambar, wajahnya yang teduh tetap terasa asing. Memasuki bulan keempat, rasa muak hidup bersama Raihana mulai kurasakan, rasa ini muncul begitu saja. Aku mencoba membuang jauh-jauh rasa tidak baik ini, apalagi pada istri sendiri yang seharusnya kusayang dan kucintai. Sikapku pada Raihana mulai lain. Aku lebih banyak diam, acuh tak acuh, agak sinis, dan tidur pun lebih banyak di ruang tamu atau ruang kerja.

Aku merasa hidupku ada lah sia-sia, belajar di luar negeri sia-sia, pernikahanku sia-sia, keberadaanku sia-sia.

Tidak hanya aku yang tersiksa, Raihanapun merasakan hal yang sama, karena ia orang yang berpendidikan, maka diapun tanya, tetapi kujawab ” tidak apa-apa koq mbak, mungkin aku belum dewasa, mungkin masih harus belajar berumah tangga” Ada kekagetan yang kutangkap diwajah Raihana ketika kupanggil ‘mbak’, ” kenapa mas memanggilku mbak, aku kan istrimu, apa mas sudah tidak mencintaiku” tanyanya dengan guratan wajah yang sedih. “wallahu a’lam” jawabku sekenanya. Dengan mata berkaca-kaca Raihana diam menunduk, tak lama kemudian dia terisak-isak sambil memeluk kakiku, “Kalau mas tidak mencintaiku, tidak menerimaku sebagai istri kenapa mas ucapkan akad nikah?

Kalau dalam tingkahku melayani mas masih ada yang kurang berkenan, kenapa mas tidak bilang dan menegurnya, kenapa mas diam saja, aku harus bersikap bagaimana untuk membahagiakan mas, kumohon bukalah sedikit hatimu untuk menjadi ruang bagi pengabdianku, bagi menyempurnakan ibadahku didunia ini”. Raihana mengiba penuh pasrah. Aku menangis menitikan air mata buka karena Raihana tetapi karena kepatunganku. Hari terus berjalan, tetapi komunikasi kami tidak berjalan. Kami hidup seperti orang asing tetapi Raihana tetap melayaniku menyiapkan segalanya untukku.

Suatu sore aku pulang mengajar dan kehujanan, sampai dirumah habis maghrib, bibirku pucat, perutku belum kemasukkan apa-apa kecuali segelas kopi buatan Raihana tadi pagi, Memang aku berangkat pagi karena ada janji dengan teman. Raihana memandangiku dengan khawatir. “Mas tidak apa-apa” tanyanya dengan perasaan kuatir. “Mas mandi dengan air panas saja, aku sedang menggodoknya, lima menit lagi mendidih” lanjutnya. Aku melepas semua pakaian yang basah. “Mas airnya sudah siap” kata Raihana. Aku tak bicara sepatah katapun, aku langsung ke kamar mandi, aku lupa membawa handuk, tetapi Raihana telah berdiri didepan pintu membawa handuk. “Mas aku buatkan wedang jahe” Aku diam saja. Aku merasa mulas dan mual dalam perutku tak bisa kutahan. Continue reading Pudarnya Pesona Cleopatra

Ilayka yaa Amirunaa

Sesungguhnya hanya bagi Allah-lah tempat segala puji yang terus akan senantiasa terlantukan oleh hamba-hambaNya pada setiap saat dalam segala ruang.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada
Muhammad, Rasul akhir zaman, yang menunjuki manusia jalan kehidupan.
Kepada keluarganya, kepada para sahabatnya, dan kepada para pengikutnya
yang mengikuti jalannya dengan taat.

Semoga limpahan barakah juga tercurah kepada mereka yang memilih
melintasi jalan yang terjal dan membatu bernama jalan dakwah. Terlebih
kepada mereka yang telah memilih pengorbanan lebih besar dengan
memimpin manusia di jalan tersebut.
Sekali lagi ya Allah, kumohonkan pula limpahkan rahmat-Mu secara khusus
untuk seorang lelaki kurus tinggi menjulang. Yang senyumnya seolah
enggan lepas dari wajah imutnya. Yang suara bas hangatnya telah berubah
makna dari semata kehangatan ukhuwwah menjadi kharisma seorang
pemimpin.

Wajah putihnya, kuyakini, hari ini dan hari-hari mendatang mungkin
makin memucat kelelahan. Tapi kuyakini pula, senyum lucunya takkan
pernah menghilang. Aku yakin. Continue reading Ilayka yaa Amirunaa

Jogja?

Najma memang selalu membutuhkan perubahan..

Ketika dirasa diri ini masih banyak salah di sana sini,, maka hal-hal itulah yang harus dirubah..

Cepat atau lambat..

Pasti berubah..

 

Tinggal tunggu saja episode-episode paling menegangkan yang akan terjadi.. Atau perlahan telah terjadi..

Mungkin ada yang sudah merasakannya,, atau mungkin juga ada yang belum..

Mungkin saat Najma memutuskan untuk berbuat seperti ini dan itu, pun pasti sudah ada yang merasakan perubahannya..

 

 

Atau ketika…

Najma menyebut dengan tegas, “Jogja” kepada ummi saat itu..

Atau ketika..

Kata “Jogja” lagi-lagi keluar sambil menonton TV dengan kak Aya…

Atau saat membicarakan tentang adipura Bekasi..

lagi-lagi, “Jogja” menjadi kata untuk salah satu komentar..

 

 

Dan semua,,, merujuk pada satu pertanyaan yang sama,,

“Siapa??”

Nahloh ..

Bingung juga jawabnya..

Yang jelas,, pasti selalu ada tangan Allah yang membersamai..

Pasti ada keikutsertaan Allah dalam setiap asa yang mewarnai..

 

 

Ini bukan sebuah angan.. Atau hanya candaan..

Ini sebuah harapan..

Dan harapan itu harus ada ikhtiar..

Proses perubahan diri ke arah yang lebih baik pun juga ikhtiar,,

Proses selanjutnya pun ikhtiar..

 

Dan Allah sudah menjawab salah satunya dengan…

InsyaAllah Najma akan punya saudara yang memiliki kampung di Jogja.. dan masih berstatus sebagai mahasiswa UGM, Jogja..

Semoga..

Harapku dan takdir-Mu bertemu..

Hanya itu.. 🙂

Karena kau yang diidamkan syurga ^^

tidak perlu seperti Rasulullah yang ma’shum.. jika kelembutan Abu Bakar Ashshiddiq, ketegasan Umar bin Khattab, kesederhanaan Utsman bin ‘Affan dan kecerdasan Ali bin Abi Thalib telah terpatri dalam dirimu.. itu sudah lebih dari cukup buatku.. karena mereka adalah buah dari tarbiyah Rasulullah.. tetaplah bergerak untuk Allah, karena kaulah yang diidamkan syurga^^