Protokol 18 : Jangan jadi aktifis sekuler !

Refleksi Panggilan Jiwa

Protokol #18 Jangan jadi aktifis sekuler !

Secara umum sekuler sering diartikan sebagai pemisahan antara pemerintahan dan agama. Pengdikotomian yang sering membuat pemikiran dan keberjalanan kehidupan menjadi terdikotomi atau tersekat-sekat. Pemisahan antara pemerintahan dan agama merupakan bentuk dari tidak adanya pengakuan dari konsep Islam yang komprehensif. Islam yang mengajarkan kepada kita segala sesuatu tentang kehidupan. Pada bagian ini saya akan sedikit memaparkan kekhawatiran akan kondisi aktifis dakwah di kampus.

Definisi sekuler yang saya coba paparkan adalah pengdikotomian aktifis dakwah terhadap wadah dakwah yang ada di kampus. Wilayah dakwah di kampus secara garis besar bisa terbagi dalam tiga wilayah. Pertama, Wilayah khidamy dan dakwiy ( pelayanan dan dakwah ) yang diwakili oleh lembaga dakwah kampus, mahad kampus, lembaga dakwah fakultas, dan lain sebagainya. Kedua, wilayah siyasi dan sya’bi ( politik dan kemasyarakatan ) yang diwakili oleh badan eksekutif mahasiswa, himpunan mahasiswa dan lain sebagainya, serta yang ketiga, wilayah faniy ( akademik…

View original post 1,145 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s