Ukhuwah atau ???

Imagebagaimana jadinya kalau niat yang tadinya hanya ingin menjalin ukhuwah, tetapi malah berlanjut ke hubungan yang lain? ke hubungan yang lebih intens daripada sekedar ukhuwah..

aku cinta ukhuwah.. karena aku cinta saudari seperjuanganku karena Allah..

tapi kalau sudah bicara ukhuwah dengan lawan jenis…

eum.. this is a big problem!!!

jika sudah ada cinta yang menari-nari di dalam hati seorang aktivis dakwah, maka besar kemungkinan itu akan sangat bisa mengkhawatirkan kelangsungan dakwah kita..

tau kan kalau kemenangan dakwah kita itu akan berbanding lurus dengan kedekatan kita dengan Allah? dan kedekatan kita dengan Allah tidak akan luwes terbangun jika kita saja masih dekat dengan yang lain (red: lawan jenis).

nah, kedekatan hubungan yang dimaksud di sini adalah bisa jadi si akhwat merasa bahwa hanya ikhwan itu yang bisa membantunya.. pun demikian dengan si ikhwan.. ia merasa bahwa hanya dia yang bisa membantu sang akhwat..

duh.. mulai deh hukum aksi-reaksi berlangsung..

akhwat sok manja.. ikhwan sok heroik.. 

kalau udah kayak gitu, akibatnya gimana?

bagaikan mata yang tertutup,, seakan-akan memang hanya dia-lah satu-satunya di muka bumi..

hehe, lebay !

trus,, gak mungkin kan hal-hal saling ingin dilindiungi dan melindungi itu hadir jika tanpa sebab?

sebabnya apa?

1. smsan/telpon-telponan/ketemuan yang gak penting

Image

smsannya sih biasanya ngomongin masalah organisasi.. masalah dakwah.. tausiyah.. tapi lama-lama jadi ngomongin masalah yang lain.. sampe bangungin tahajud.. astaghfirullah …

kalau sudah seperti itu, biasanya akan sangat sulit untuk melawan rindu (plakkkk!!!) untuk nggak sms-an.. telpon-telponan.. dll..

nah hubungan yang kayak gini ini yang haruuuuussss banget dihindari… ditiadakan.. dimusnahkan… karena kalau kata orang jawa ‘cinta itu datang karena terbiasa’ .. hehe saya lupa bahasa jawanya apa 😛

so,, hayuk mulai dikurangi frekuensi komunikasi yang nggak penting itu.. 

kalau butuh bantuan, kan bisa ke sesama jenis dulu.. ikhwan ya ke ikhwan .. akhwat ya ke akhwat.. 

atau kalau perlu,, di hapus aja nomor si ikhwan atau si akhwat.. biar bisa ibadah khusyuk lagi kayak dulu..

nggak perlu ribet dengan virus-virus si merah pink yang merajalela..

nangis tiap tahajud karena rasa yang belum halal.. tapi pagi nya teteeeeep aja komunikasi..

maunya apa sih? *bawa golok..

2. jangan ‘menggoda’ dengan gaya bicara dan penampilan yang gimanaa.. gitu.

Jadi, ketika kamu berbicara dengan lawan jenis harus diperhatikan intonasi dan gaya bicaranya..

Bagi akhwat, jangan sekali-kali ketika berinteraksi dengan ikhwan menggunakan gaya bicara yang mendayu-dayu kayak penyanyi dangdut. Suaranya dibuat merdu merayu hingga menyisakan rasa penasaran yang amat sangat bagi kaum adam. Wow!

Firman Allah: “Jika kamu bertakwa, maka janganlah kamu terlalu lemah lembut (mengucapkan perkataan, nanti orang-orang yang dalam hatinya ragu ingin kepadamu. Dan berkatalah dengan perkataan yang baik. “ (QS. Al-Ahzab [33]: 32)

langsung deh ditegur sama Allah … 

3. Jaga Hati

hati ngapain di jaga ya? insyaAllah dia gak akan kabur dari tempatnya kok .. hehe 🙂

Ya, meski sesama aktivis dakwah..bisikan setan tetap berlaku..

Bahkan sangat boleh jadi makin kuat komporannya.. Itu sebabnya, kalo hatimu panas terus karena panah asmara itu, dinginkan hati dengan banyak mengingat Allah. Mengingat dosa-dosa yang udah kita lakukan ketika sholat dan membaca al-Quran.

Firman Allah Swt.:“Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (ar-Ra’du [13]: 28)

 

Nah,, kan udah tau tuh gimana rumus-rumus canggihnya .. mau dijalankan? atau tetap pada pendirian?

kalau masih mau intens berhubungan dengan lawan jenis, maka yang akan berpengahur drastis adalah dakwah.. bukan hanya itu.. nama ‘ikhwan’ yang dilebelkan dengan jenggot, celana bahan, tanda di dahi .. atau nama ‘akhwat’ yang dilebelkan dengan jilbab lebar, rok, dan sejenisnya sudah pasti akan tercoreng..

bisa saja teman-teman ammah berkata : “ah, dia yang ikhwan akhwat aja deket gitu.. masa kita yang masih kayak gini gak boleh pacaran?”

hayoo… kalau udah kayak gitu gimana?? 🙂

teman..

dakwah gak pernah butuh orang-orang yang statis!

dakwah butuh transformasi!

dakwah gak pernah butuh aku, kamu, kita, atau mereka..

tapi aku, kamu, kita, dan mereka lah yang butuh dakwah..

kita kan yang butuh Allah?

Allah mah gak ada kita juga gak kenapa-kenapa.. iya kan?

lantas? mundur?

apa iya kita dengan kesadaran diri berkata mundur?!!

dengan syurga yang Allah janjikan, kita rela mundur?

lebih memilih kenikmatakn dunia yang fana daripada syurga yang Allah janjikan??

 

M.U.H.A.S.A.B.A.H !!

kamu masih punya banyak saudari/saudari sesama jenismu yang bisa kau mintai pertolongan..

*berasa gak punya saudara sesama jenis aja kalau minta bantuannya ke si diaaa mulu…

jangan manja sama ikhwan ! BAHAYA !!!

jangan MANJA ! dan jangan SOK HEROIK !

 

           jadilah muslimah sejatii… ^^

Image

Advertisements

4 thoughts on “Ukhuwah atau ???”

  1. waaaahh kerenn, siipp mba lanjutkan….keren ada bahasa Inggris, Jawa, dan Bahasa mengancam…hehehe,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s