sembilandelapan..

Imagebukan penyesalan ..

bukan penyesalan atas cerita yang lampau ..

tapi penyesalan atas hak ukhuwah ..

atas penyesalan karena materi tentang ukhuwah kita masih nol besar..

 

aku sudah bosan jika terus didesak untuk membicarakan masalah itu..

sudahlah… itu sudah terlampau lama..

dan aku pun sudah tak ingin mengungkitnya kembali..

biarkan ia tercecer disapu debu kefanaan..

biarkan ia menghambur diterjang angin kehinaan..

 

ah,, entah..

mungkin memang harusnya saat ini sudah tidak ada lagi yang tersisa..

dan memang,, sudah tak ada satu pun ..

hanya satu hal yang aku garisbawahi di sini : bab ukhuwah kita masih nol besar.

 

maukah kita memulainya dari awal?

sejak kita beranjak merangkak menjadi pejuang-pejuang dakwah di sini, di kampus rakyat ini..

sejak kita bernjak berlari menjadi harapan penerus estafet dakwah ini..

maukah?

 

atau hanya aku saja yang terlalu percaya diri untuk bisa memulainya kembali?

atau mungkin memang kata maaf itu terlalu sulit?

atau mungkin memang aku yang terlalu banyak menuntut sebuah kesempurnaan?

 

ah,, lagi-lagi..

kau tau seperti apa aku..

kau tau bagaimana karakterku..

ini.. dan itu..

sudah seringkali kau lakukan untuk menunjukkan eksistensimu..

 

tapi apa?

hanya kesemuan yang ku dapat..

semua itu tak lebih dari sebuah formalitas..

semua itu tak lebih dari sebuah kata : kewajiban.

 

bisakah kau mengartikannya lebih?

hey! aku pun tau kita manusia..

bukan malaikat..

 

apakah kau masih belum faham tentang alasan yang aku ungkap beberapa waktu lalu?

adakah kau lupa tentang itu semua?

atau memang kau sengaja melupakannya?

atau memang… mungkin.. kau terlalu kecewa…

sehingga akhir seperti ini lah yang menjadi jawaban..

 

kau tau?

aku masih sering menarik nafas panjang…

bisa jadi karena itu..

yang aku anggap sudah selesai,, namun ternyata belum..

 

apalagi?

ada yang belum aku sampaikan?

 

aku tau..

dia 98..

kenapa 98 yang kau beri?

kenapa tidak yang lain saja?

bolehkah aku membuangnya?

atau paling tidak,, 

atau paling tidak..

aku bisa ganti 98 dengan yang biasa..

 

agar kemudian..

tidak lagi kesempurnaan yang ku minta..

tapi satu kata paling indah dalam sejarah : ukhuwah.

 

bukan 98. bukan 100.

tidak.. aku tidak butuh itu..

0 pun. aku terima.

jika memang kau kembali seperti dulu.

sekalipun harus mengulang proses itu..

merangkak lah..

jemputlah Allah dengan cita dan cintamu..

 

 

bukan. ini bukan buat kamu,, 

tapi buat sahabat 98 ku.

yang sudah lama tak ku temukan senyum nya dalam jihad ini.

 

mari bersama!

aku mau!

lupakan 98!

mari mulai dari titik singular.

nol.

 

Purwokerto, 18 Juni 2012

12:54 am

grendeng, wisma flamboyan 2

Advertisements

3 thoughts on “sembilandelapan..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s