Lelaki Shalih itu…

Saya yakin, kalimat pertama yang keluar saat membaca judul artikel ini adalah : “Wah, Najma galau banget nih”

Hehe tenang saudara-saudara ini copasss… tadi iseng nyari di gugel tentang “ta’aruf palsu” ..

Ternyata malah dapet artikel kaya gini 🙂 

Lumayan lahh buat baca-baca.. siapa tau ada yang dapet hidayah juga lewat tulisan iniii…

Check it out…

 

ImageDi mataku, lelaki shalih adalah lelaki sederhana,tawadhu,sabar,dan tentu saja baik pemahaman agamanya. Kalau menurut akhwat lain, mungkin bisa berbeda-beda kan?

Keshalihan seorang akhwat,juga bisa menentukan kriteria apa saja yang harus dimiliki sang ikhwan,hingga bisa menjadi imam yang ia butuhkan..
Seorang akhwat hafidzah boleh dan bisa dipastikan,pasti mengharapkan seorang ikhwan yang hafidz juga sebagai suaminya…^^

Lelaki Shalih itu…Ya,tentang sosok lelaki shalih..
Apakah antum sudah cukup shalih?sehingga merasa pantas mendapatkan seorang akhwat shalihah itu..
Ya,cobalah tengok disekitar antum,pasti ada banyak akhwat yang begitu shalihah dan begitu anggun dalam balutan jilbabnya, kiprahnya dalam dakwah semakin memancarkan pesonanya…

Pernah mengagumi seorang akhwat seperti itu? mungkin saja,dan saya menduga antum bisa jadi pernah atau bahkan sekarang malah sedang merasakannya?^^ Bagi antum yang masih sendiri (belum menikah) bisa jadi kekaguman itu menjadi sesuatu yang begitu mengusik hati..
Ya gak sih? saya sok tau nih..
hehehe

Apa antum tahu?sebenarnya akhwat juga begitu lho..
Jangan salah kira,sikap diam para akhwat berarti mereka tak peduli ato malah mati rasa..
#haduuh

***^^***

“ada beberapa hal yang perlu diluruskan tentang interaksi kita akhi” kata seorang akhwat berbalut jilbab ungu itu dengan pandangan semakin tertunduk..

“ada apa ukht? adakah yang salah dengan sikap ana selama ini?” tanya ikhwan di hadapan akhwat itu..

“ya,banyak..
Tapi mungkin antum selama ini tidak menyadarinya…”

“apa itu ukhti? bisakah anti jelaskan,agar ana lebih paham”

“tolong akhi,bersikaplah lebih bijak di depan ana,mugkin antum merasa sikap antum biasa saja, tapi tidak bagi ana…afwan” suara akhwat itu kian tercekat..

***^^***

Antum pernah “dibegitukan” sama akhwat? kalo iya, berarti memang ada yang perlu diperbaiki dari sikap antum sekalian..
Bukan menggurui..
Tapi,ini berdasarkan pengalaman pribadi yang cukup mengusik dulu..

Taukah akhi? tiap senyum kalian,kalimat-kalimat sapaan bernada perhatian dalam sms dari kalian,mungkin antum anggap itu hal biasa..
Tapi apa iya bagi mereka,akhwat yang hatinya begitu peka..
Bisa jadi semua yang berasal dari antum bukannya menguatkan,tapi justru hanya akan semakin mengganggu dan menggoyahkan imannya..
Ia, yang awalnya begitu ikhlas berdakwah bisa jadi karena perhatian kalian,niatnya jadi terkotori..
Karena memang fitrah wanita,yang sebenarnya suka dipuji,walau tak semua begitu..

Taukah antum? bahwa hati seorang wanita itu begitu lembut? sedikit saja antum taburkan “benih”, bila ia terus menyiraminya maka benih itu akan tumbuh kian subur di hatinya..
Betapa kasiannya bila ia, hampir tiap malam teringat padamu akhi, ikhwan yang belum tentu jadi imam baginya…

Lalu? apa yang harus antum lakukan? ahh,rasanya saya tak perlu menjelaskan karena saya tau,antum semua jauh lebih paham..

Hanya saja,saya ingin berpendapat dari sudut pandang seorang akhwat..
Seorang ikhwan yang shalih tak akan pernah berkata “ukhti..ana mengagumi anti, bahkan ana telah jatuh cinta pada anti, maukah anti menunggu sampai ana siap mengkhitbah anti?”

Ya..
Lelaki shalih tak akan berkata begitu..
Apakah antum tau apa efek dari pertanyaan itu? 
Bisa jadi, hati akhwat itu kian rapuh..
Apa antum tega? membuatnya menunggu dalam ketidakpastian? Karena sebelum akad nikah,segala hal masih bersifat tidak pasti bukan? 
Apalagi bila kita hanya bergantung pada hati seorang anak manusia yang tiap detiknya bisa terbolak balik..
Betapa kasian ia ketika harus berharap pada sesuatu yang belum jelas ujungnya…

Lelaki shalih seharusnya ketika ia jatuh cinta, maka ia akan menyimpan sendiri perasaan itu rapat-rapat dalam hatinya dan hanya mengizinkan Allah saja yang tahu..
Ia akan terus memperbaiki diri hingga siap dan pantas untuk mengkitbah akhwat itu pada saat yang tepat..
Dan lelaki shalih akan berkata “ukhti,mungkin ana bukanlah lelaki yang sempurna keshalihannya…
Tapi ana hanyalah seorang laki-laki yang selalu berusaha menjadi lebih baik dan ingin segera digenapkan diennya hingga sempurna, maka maukah anti menjadi akhwat penggenap dien ana itu?”

Ya,lelaki shalih tak kan pernah meminta untuk menunggu..
Ia hanya akan mengambil kesempatan atau akan berkorban mempersilahkan saudaranya yang lain..
Seperti kisah Ali bin Abi Thalib dan Fatimah..

Akhi…bisakah ana minta tolong? tolong jaga saudari-saudari ana yaaa..
Jaga hati mereka, hingga tetap utuh sampai antum bisa mempersuntingnya dalam sebuah Mitsaqan Ghalidza itu^^

Subhanallah Indahnya ^^

Sumber : http://ukhti-shalihah.com/lelaki-shalih-itu/

Advertisements

3 thoughts on “Lelaki Shalih itu…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s