Berjuang!

Kala itu mungkin itu kali pertama.. Ada janji manis yang terucap dari lisan yang penuh dosa.. Janji untuk menebus semua kelalaian.. Janji untuk membinasakan semua angan-angan..

Kala ini kali kedua.. Masih dengan gombal-gombal manis yang ku lontarkan.. Kali ini ku ikat dengan tombak harapan yang kiranya masih bernaung pada keberuntungan..

Ah, keberutungan?

Adakah?

Itu semua bukan keberuntungan jika kalian tahu..

Itu adalah takdir Allah. Sudah diatur. Jadi jelaslah sudah.

Kala itu yang masih menyongsong pagi dan petang dengan semangat pembaharuan, adalah takdir. Kali ini yang (seharusnya) pun masih menyongsong pagi dan petang dengan semangat pembaharuan, juga takdir.

Lantas, bagian mana yang salah?

Bagian ketika, aku sudah lelah mencari pagi dan petang dengan semangat-semangat yang dulu masih membersamai..

Bagian ketika, aku sudah lama tertatih, terseok mencari sosok harapan yang belum kunjung datang bersama kenyataan.

Bagian ketika, aku sudah sering terhenti, melemah, mencari mimpi yang tertahan pada bui penyesalan.

Tapi kini, saat ini, aku yakin, ada mata yang melihatku menulis..

Mengikuti gerak jemariku..

Mengamini tiap kata yang terlintas di pikirku..

Dan ia akan bergegas pergi–entah dengan cara apa–menemui Rabb semesta alam untuk berkata, “Ya Tuhanku.. Segala Puji bagiMu Tuhan semesta alam.. Rabb.. HambaMu di planet bumi sana sungguh ingin kembali merasakan cahayaMu untuk dapat menikmati aroma kenyataan yang melesat jauh , jauh meninggalkan kenangan.. untuk melesat jauh, jauh merengkuh harapan.. Rabb.. Ridhai ia.. Cintai ia.. Karena sungguh, ia tak meminta apapun selain ridha dan cintaMu.. Nanungi ia dengan rahmatMu, Rabb.. Nanungi ia dengan cinta kasih Mu…”

 

Yah, tinggal tunggu saja tanggal keputusannya.

Akankah sejalan dengan mimpi dan doaku hari ini, atau sejalan dengan takdir Allah yang jauh lebih  baik..

Hanya masalah waktu..

 

Ah ya..

Kala itu dan kala ini, bagaikan sebuah roda yang terus berputar. Kau tau roda?Tentu.

Roda berputar, seperti pergiliran malam dan siang. Silih berganti. Sama seperti hidup. Berputar. Silih berganti. Agar kita dapat merasakan menjadi yang teratas, pun ikhlas ketika sedang berada di bawah.

Tapi ketahuilah satu hal.. Bahwa Allah tidak akan merubah suatu kaum, kecuali kaum itu merubahnya sendiri.

Masa depan kita ditentukan oleh apa yang kita kerjakan saat ini.

Bukan nanti, esok, maupun lusa. Tapi hari ini.

 

Oh ya..

Bagaimana bisa aku lupakan hal ini?

Ada wanita paruh baya dan ayah luar biasa di sana yang menunggumu pulang.. Untuk menyaksikan betapa hebatnya dirimu.

Yang tak pernah henti berdoa, menetes tiap bulir air mata nya setiap menyebutkan namamu. Meminta agar Tuhanmu–Allah–mengirimkan seribu malaikatnya hanya untuk menjagamu. Ya, hanya untukmu.

Lantas?

Sanggupkah kau memandang wajah bercahayanya menjadi redup hanya karena dirimu yang lalai? hanya karena dirimu yang kadang lupa mengikat semua mimpi itu pada mata tombak perjuangan.

Masih mau bersantai?

Menunggu datangnya keajaiban?

Semua itu pilihan. dan pilihlah yang kiranya dapat membuat Allah dan Malaikat-malaikatmu tersenyum bangga padamu.

Pasti, ada yang bisa diperjuangkan atas nama keluarga..

Berjuang!!!

 

 

Purwokerto,  30 Juli 2012

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s