Ranggin Kaman #Part 1

Pagi yang indah. Siang yang cerah. Semua penduduk bumi diselimuti kebahagiaan tiada tara ketika mendapati Al-Islam telah kembali berada di pangkuan tahta. Ketika Al-Qur’an dan Sunnah menjadi pedoman. Ketika muslim negara ini tak lagi layak disebut buih. Ketika, muslim negara ini telah kembali tersadar, bahwa Tuhan Yang Maha Esa-lah yang menurunkan rahmat dan ridha-Nya, hingga muslim-muslim negara ini menjadi bagian dari bangunan peradaban.

Pagi yang indah. Siang yang cerah. Kini, tak lagi dapat ditemui berbagai kemasan produk-produk zionis memadati pusat-pusat perbelanjaan. Tak ada lagi bangunan-bangunan megah tanpa tempat peribadatan kepada Tuhan. Tak ada lagi sumpah serapah yang membuat negeri ini tak layak dihuni malaikat-malaikat kecil. Tak ada lagi kaum fakir peminta-minta yang terus berjalan di tengah terik meski tak mengerti takdir akan membawanya kemana. Continue reading Ranggin Kaman #Part 1

Advertisements

Tentang Kamu, Cinta ^^

“Ya Rabb, Engkaulah alasan semua kehidupan ini. Engkaulah penjelasan atas semua kehidupan ini. Perasaan itu datang dariMu. Semua perasaan itu juga akan kembali kepadaMu. Kami hanya menerima titipan. Dan semua itu ada sungguh karenaMu…

Katakanlah wahai semua pencinta di dunia. Katakanlah ikrar cinta itu hanya karenaNya. Katakanlah semua kehidupan itu hanya karena Allah. Katakanlah semua getar-rasa itu hanya karena Allah. Dan semoga Allah yang Maha Mencinta, yang Menciptakan dunia dengan kasih-sayang mengajarkan kita tentang cinta sejati.
Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita untuk merasakan hakikatNya.
Semoga Allah sungguh memberikan kesempatan kepada kita untuk memandang wajahNya. Wajah yang akan membuat semua cinta dunia layu bagai kecambah yang tidak pernah tumbuh. Layu bagai api yang tak pernah panas membakar. Layu bagai sebongkah es yang tidak membeku. ”
― Tere LiyeHafalan Shalat Delisa Continue reading Tentang Kamu, Cinta ^^

Aku Hanya Sedang Tidak Sadarkan Diri..

Saat ini aku hanya sedang tidak sadarkan diri. Berkat cintamu yang berhasil membiusku. Berkat dirimu yang hadir menjadi penawar rinduku. Sungguh, aku hanya sedang tidak sadarkan diri. Masih terbuai oleh cinta yang mengalir tiada henti. Masih terlena dengan kokohnya iman yang menempel pada diri.

Aku hanya sedang tidak sadarkan diri. Mendapati kenyataan bahwa esok–ya, esok–esok kau benar-benar pergi. Kita akan berpisah. Dan aku akan kembali sendiri.

Aku hanya sedang tidak sadarkan diri. Ketika menyadari bahwa tadi–ya,tadi–adalah malam terakhir menikmati rakaat terawih di surau itu. Di masjid itu. Di rumah itu. Di alam itu.

Aku pun masih sedang tidak sadarkan diri. Ketika aku terbangun nanti, itu adalah saat terakhir aku menikmati keberkahan sahur ku yang berlimpah rahmatMu. Continue reading Aku Hanya Sedang Tidak Sadarkan Diri..

Rahasia Dua Lelaki

 

dari balik tabir, kudengarkan wanita itu bicara
mengisahkan pengalaman yang akan menjadi guru

 

“aku bertemu dua lelaki”, dia memulai cerita
dengan suara lembut, riang, sekaligus sendu
aku menerka demikian pula wajahnya
“kurasa dua-duanya mampu membuatku tak bisa menolak
jika mereka punya kehendak”
“oh ya?”, kudengarkan sambil dalam hati mengucap “Rabbi..” Continue reading Rahasia Dua Lelaki

Mengenang yang Terkenang..

 

ImageKembali, aku mengingat selaksa peristiwa denganmu. Tak perlu kuingat-pun, kenangan itu tetap melintas begitu saja di pikiranku. Setiap kali melihat album foto, melihat baju, bahkan hanya melihat bekas goresan tanganmu 5 tahun lalu. Semua itu selalu mengingatkanku. Akan semua yang terbaik, yang selalu kau lakukan untukku.

Mengenangmu adalah kegembiraan. Bagimana tidak? Sudah 5 tahun kita tidak berjumpa. Tidak bersua. Namun aku berhasil menggoreskan wajahmu di benakku. Mengenangmu juga terkadang merupakan suatu kesedihan. Ketika aku berhasil menangkap wajah tirusmu yang kian hari kian melemah. Namun belum bisa aku banggakanmu. Continue reading Mengenang yang Terkenang..

Kata-kata Tere Liye Kepada Anaknya

— hanya orang2 yg suka ber-lebih2anlah yg punya sepatu/sandal mahal, apalagi malah mengkoleksinya… karena ketahuilah, saat kalian sedang ramai berpesta, berlalu-lalang di mall, di lobby2 gedung, kurang dari 1% orang yg sempat melirik kaki kalian.. coba buktikan datang ke sebuah acara ramai.. bahkan tdk ada yg nyadar kalau engkau datang cuma nyeker…

— bahkan motivator paling ulung, group band paling ngetop, orator kelas berat, pernah (dan lumrah saja masih sering) grogi saat tampil di depan umum… jadi santai sajalah, tdk usah cemas… jgn lupa baca bismillah…

— hidup ini adalah ujian… kenapa begitu? karena meski kita semua tahu ujian itu berat dan menyebalkan… orang2 tetap saja sibuk membuat UTS, UAS, ujian nasional, ujian cawu-an, ujian les, dsbgnya…  Continue reading Kata-kata Tere Liye Kepada Anaknya

Sekedar Kisah di Malam ke-25 Ramadhan

Senin, 13 Agustus 2012..

 

Setelah melalui perdebatan panjang antara itu dan ini, akhirnya kesimpulannya pun didapati saat mendekati maghrib.

Akhirnya, setelah sekian lama mengidam untuk berdiam diri (i’tikaf) di masjid BI pun terjadi^^

Kemarin malam, saya, Kak Inda, dan Ina berangkat menuju masjid BI dengan perasaan biasa-biasa saja (padahal kalian tau? kami sama sekali belum tau apa-apa tentang masjid itu. Saya sendiri baru satu kali. Dan itu hanya untuk Shalat Dhuha saat walimahan kakak angkatan. Soal i’tikaf? Kami benar-benar blank tentang mekanisme di sana. Nekat. Continue reading Sekedar Kisah di Malam ke-25 Ramadhan

Ramadhan, I’m in Love

Bagiku, itu sebuah pembelajaran. Pembelajaran paling istimewa yang dapat saya petik dari Ramadhan teristimewa.

Oke, oke, istimewa itu relatif. Tetapi menurut saya, ini istimewa (titik).

Lagi-lagi saya jatuh cinta..

Bahkan kali ini saya benar-benar terjerembab ke dalamnya dan entah, mungkin saya pun tidak kuasa mengusirnya jauh-jauh. Continue reading Ramadhan, I’m in Love

Untukmu, Pabrik Roti-ku..

Agak tersentak kaget juga saat itu ketika tau bahwa SMA 14 Jakarta Timur sedang dalam masa penghancuran (baca: renovasi total).

Iya, itu SMA saya. Itu sudah ada di profil kalau kalian ingat.

SMA saya, yang bahkan ketika memandangnya pun, tidak lebih dari sekedar bangunan Pabrik Roti. Atau juga Pabrik Tahu.

Bukan, bukan karena dulu sempat menjadi Pabrik itu, namun karena bentuk bangunannya yang –entahlah.

Dulu pun, jika kalian mau tau, saya pun sungguh sangat tidak ingin sekolah di sana. Gak mau pake banget!

Tapi ya mau bagaimana lagi, harapan saya untuk sekolah di SMA terbaik nomor satu di DKI sudah pupus. Nilai UN saya hanya bisa masuk ke sekolah Pabrik Roti itu. Eh tapi meskipun begitu, tetap berada di posisi 5 DKI lho.. (bangga).

Sampai pada akhirnya, saya menerima dengan lapang hati takdir saya itu. Dengan helaan nafas yang sangat berat, akhirnya registrasi pun terjadi.

Bersekolah di sana, awalnya sama sekali belum menemukan sesuatu yang bisa saya cintai.

Sampai suatu ketika, saya bertemu dia. Selalu duduk di pojok, dan masih menggunakan seragam sekolahnya dulu, hijau. Continue reading Untukmu, Pabrik Roti-ku..