Bintang dan Pelangi

Imagetunjuklah satu bintang yang kau mau. satu atau dua atau berapapun bintang yang kau mau. lalu tunjuklah. ingat-ingat bintang yang mana yang sudah kau tunjuk. lalu … berlarilah ke arahnya. entah dengan cara apa. namun, berlarilah.

Ramadhan tahun ini menjadi agak berbeda semenjak bertemu kalian.

Kalian yang manis, lucu, banyak tingkah, serius, optimis, kritis, dan juga menangis.

Ah, terlalu banyak yang ter-rekam beberapa hari terakhir ini.

Tentang kamu, tentang kita.

Melihat kalian itu seperti melihat bintang. Kecil, terang, namun tidak menyilaukan. Menatap kalian itu seperti menatap pelangi. Indah, berwarna, dan menyejukkan hati.

Kalian tau, sahabat kecilku?

Kalian seperti bintang dan pelangi.

Bintang yang kala malam tiba, senantiasa ditunggu kehadirannya. Pelangi yang ketika hujan telah mereda, senantiasa diharapkan kedatangannya.

Hm.. Meski kerap kali kalian selalu melakukan hal-hal yang sama, kau tau? Duduk bersama, berceloteh, bercanda tawa, dikerjai temannya, lalu menangis. Meminta digendong, dipeluk, duduk bersama lagi, menangis lagi.

Tapi aku tidak keberatan jika kalian menangis di pelukan aku. Meminjam jilbab aku untuk menyembunyikan wajahmu dari teman-temanmu yang lain.

Sungguh, aku sungguh tidak keberatan.

Namun nanti, jika kalian telah beranjak dewasa seperti aku.. seperti kami.. kalian tidak lagi boleh menangisi hal-hal yang tidak penting seperti itu, kau tau?

Dikerjai teman, diolok-olok teman, tidak mendapat jatah menyanyi, direkam video terlalu dekat..

Kau tau? Itu hal-hal kecil, sahabatku..

Nanti, ketika kalian beranjak dewasa..

Akan ada banyak sekali bintang-bintang yang lebih besar dan bersinar terang daripada kalian. dan itu bukan saatnya kalian untuk menangis karena menjadi yang terkecil.

Ingat saja ajaran Pak Ustad, bahwa semua itu telah digariskan oleh Allah. Takdir kalian yang seperti itu dan itu, memiliki hubungan sebab-akibat dengan kehidupan orang lain.

Yah mungkin kali ini kalian belum mengerti, mungkin malah akan mencoret-coret tulisan ini dengan warna-warna crayon yang kalian sukai.

Tapi tidak apa-apa. Aku suka, kau tau?

Nanti juga, ketika kalian beranjak dewasa.. Akan ada banyak pelangi yang lebih indah dan lebih dinanti banyak orang daripada kalian. dan itu bukan saatnya kalian untuk menangis karena tidak lagi menjadi yang ter-indah.

Kau tau? Ingat saja kata Pak Ustad, bahwa takdir Allah itu telah ditentukan. dan takdir kalian yang seperti itu dan itu, memiliki hubungan sebab akibat dengan kehidupan orang lain.

Ah ya, mungkin yang ini juga kalian belum mampu mengerti. mungkin kalian malah justru akan melipat-lipat tulisan ini menjadi pesawat-pesawat yang bisa diterbangkan ke sana ke mari.

atau, menjadi Moto Gp ya, Mas Brian? ^^

Ah, apapun itu. Sungguh apapun itu.

Kalian tetap akan menjadi bintang dan pelangi.

Dengan cara kalian sendiri.

 

Love You So Huge..

 Kak Najma.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s