Aku Hanya Sedang Tidak Sadarkan Diri..

Saat ini aku hanya sedang tidak sadarkan diri. Berkat cintamu yang berhasil membiusku. Berkat dirimu yang hadir menjadi penawar rinduku. Sungguh, aku hanya sedang tidak sadarkan diri. Masih terbuai oleh cinta yang mengalir tiada henti. Masih terlena dengan kokohnya iman yang menempel pada diri.

Aku hanya sedang tidak sadarkan diri. Mendapati kenyataan bahwa esok–ya, esok–esok kau benar-benar pergi. Kita akan berpisah. Dan aku akan kembali sendiri.

Aku hanya sedang tidak sadarkan diri. Ketika menyadari bahwa tadi–ya,tadi–adalah malam terakhir menikmati rakaat terawih di surau itu. Di masjid itu. Di rumah itu. Di alam itu.

Aku pun masih sedang tidak sadarkan diri. Ketika aku terbangun nanti, itu adalah saat terakhir aku menikmati keberkahan sahur ku yang berlimpah rahmatMu.

Aku hanya sedang tidak sadarkan diri. Aku benar-benar tidak sadarkan diri. Masih banyak nista yang belum ku adukan. Masih banyak cela yang belum aku mintakan ampunan. Masih banyak keangkuhan yang merajai hati hingga aku masih tidak sadarkan diri.

Aku hanya sedang tidak sadarkan diri. Mendapati banyak sekali tabel-tabel yang kosong karena aku lalai mengisinya. Banyak sekali targetan yang tidak terpenuhi. Banyak sekali kejadian bermakna yang lupa aku pelajari.

Aku sungguh hanya tidak sadarkan diri. Tinggal satu hari. Tinggal satu hari. Dan malam ini, rasanya aku benar-benar tidak ingin tertidur. Aku ingin terus bersama denganmu. Bersama menatap bintang di langit itu.

Maka maukah kau memperpanjang malam-mu untukku? Biarkan aku mentadaburi surat cintaNya malam ini. Agar esok lusa, bisa ku isi tabel-tabel kosong itu dengan keharuman nama mu yang menyertai.

Maka maukah kau tinggal lebih lama? satu-dua bulan lagi? Ah tidak, satu-dua hari lagi? Aku mohon? Bagaimana? Tidak?

Ah, ya.. Mana mungkin aku memintamu untuk memperpanjang waktu. Kau sudah terlalu baik menemaniku satu bulan ini. Menemaniku melewati malam-malam syahdu.

Aku sungguh hanya sedang tidak sadarkan diri.

Kau akan pergi sebentar lagi.

Kita akan berpisah.

Dan aku akan sendiri lagi.

Maka, malam ini, baiklah, hanya malam ini–temani aku menghafalkannya ya?

Mentadaburi ayat cintaNya..

Agar tahun depan, dapat kau saksikan, aku sudah berhasil menuntaskan yang kedua.

 

Sambil menatap harap pada terang bulan dan bisik bintang malam ini, aku masih tidak sadarkan diri.

Tahun depan? Masih adakah?

 

Ya Rabbi… Semoga Engkau berkenan… Semoga Engkau berkenan.. šŸ˜„

Ramadhan, aku hanya sedang tidak sadarkan diri…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s