Ranggin Kaman #Part 1

Pagi yang indah. Siang yang cerah. Semua penduduk bumi diselimuti kebahagiaan tiada tara ketika mendapati Al-Islam telah kembali berada di pangkuan tahta. Ketika Al-Qur’an dan Sunnah menjadi pedoman. Ketika muslim negara ini tak lagi layak disebut buih. Ketika, muslim negara ini telah kembali tersadar, bahwa Tuhan Yang Maha Esa-lah yang menurunkan rahmat dan ridha-Nya, hingga muslim-muslim negara ini menjadi bagian dari bangunan peradaban.

Pagi yang indah. Siang yang cerah. Kini, tak lagi dapat ditemui berbagai kemasan produk-produk zionis memadati pusat-pusat perbelanjaan. Tak ada lagi bangunan-bangunan megah tanpa tempat peribadatan kepada Tuhan. Tak ada lagi sumpah serapah yang membuat negeri ini tak layak dihuni malaikat-malaikat kecil. Tak ada lagi kaum fakir peminta-minta yang terus berjalan di tengah terik meski tak mengerti takdir akan membawanya kemana.

Pagi yang indah. Siang yang cerah. Bukan hanya produk zionis yang tidak lagi memadati pusat perbelanjaan. Bahkan pabrik yang beroperasi pun sudah tak lagi sanggup membayar sewa. Pekerja-pekerja restoran cepat saji itu segera dikaryakan dalam perusahaan-perusahaan Islami di pusat kota. Mereka beribadah, mengaji, lalu bekerja. Mereka beribadah, mengaji, lalu bekerja. Seperti itu rutinitas nya. Negeri ini tak lagi mencetak pekerja yang hanya termakan buai dunia fana. Negeri ini menawarkan syurga yang menjadi piala atas segala upaya.

Pagi yang indah. Siang yang cerah. Penduduk bumi yang tinggal dan menetap di negeri ini sungguh sedang menikmati kejayaan yang besar. Tidak lagi merasa sulit tuk bekerja meski kerudung besar yang kadang menjadi ancaman. Tidak lagi merasa tidak nyaman ketika tanda di dahi menjadi sorotan. Tidak ada. Semua baik-baik saja. Ah, bahkan negeri ini seperti miniatur syurga.

Pagi yang indah. Siang yang cerah. Negeri ini benar-benar indah. Keindahan ini tercermin dari pancaran sisa air wudhu yang ada di wajah-wajah perindu Allah. Tercermin dari sisa air mata yang ada di sudut matamu karena sujud panjang malammu yang tersungkur takut pada Allah.

Pagi yang indah. Siang yang cerah. Bahkan sesiang ini, meski tak ada hujan yang menyapa. Kami dapat menyaksikan keindahanMu. Melalui busur panah berwarna-warni yang  melengkung tinggi : Ranggin Kaman.

Agar pelangi di dataran negeri ini kian melangit dan menjadikannya miniatur syurga yang dihuni oleh penduduk yang lebih mencintai Allah dan Rasul, melebihi apapun yang ada di negeri ini.

 

Indonesia, kau lah harapan kami.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s