november #1

november ini, akan lebih banyak mengajarkan sesuatu. aku yakin itu. entah senyum bahagia atau rintik air mata. yang jelas, november akan dengan tegas mengajarkannya.

mengajarkan dengan penuh kelembutan. tidak pernah berusaha meluruskan se-lurus-lurusnya. karena tulang rusuk paling bengkok, tidak akan pernah bisa lurus meski siapapun berusaha meluruskannya. tulang rusuk itu, akan tetap bengkok. akan tetap (masih bisa) berbuat salah. maka november, jangan pernah lelah memberi arti.

bintang, bisa saja redup. ia bahkan bisa memanas, lalu meledak. kau tau kejadian ledakan bintang yang membentuk cahaya mawar merah yang sangat indah? teleskop Hubble yang menangkapnya. kau ingat, november?

itu bisa saja terjadi padaku. sangat mungkin terjadi. meredup, lalu meledak. entah akan menjadi indah atau mungkin malah akan menjadi sampah.

yah, jika toh nanti bintang itu akan meredup, maka aku hanya berharap, kau masih bisa menangkap sinarku, november. seredup apapun cahayanya.

ah, bahkan bintang pun masih belum bisa memberi cahaya terindah untuk membuatmu selalu tersenyum.

aku masih belum bisa membuatmu selalu tersenyum, november.

november, kau tidak kecewa kan?

kau tau? kekecewaan akan tetap terasa manis, jika cinta yang melatarinya. seperti Gibran, yang kadang menikmati sayap-sayap patahnya..

 

selamat pagi november. selamat siang. selamat sore. selamat malam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s