menangis.

kau tau apa itu air mata? sesuatu yang berbentuk cair (jelas bukan solid), dan berasa asin. emangnya asin? iya, asin. coba aja tanya sama anak kecil. mereka–eh aku juga ding–, kalau nangis, pasti suka masuk tuh air matanya ke dalam mulut. trus jadinya kita bisa ngerasain air mata kita. dan bener, rasanya memang asin.

tenaaang, aku bukan mau ngejelasin tentang struktur air mata kok. haha. lagian ngapain juga.

aku cuma mau bilang, selain ber-rasa asin, air mata juga memiliki rasa yang lain. kau tau apa itu? rasa air mata yang lain adalah, rasa ‘mbayar’. haha.

eh jangan-jangan pada ngga tau maksud nya rasa ‘mbayar’? rasa ‘mbayar’ itu maksudnya ngga usah bayar. yups. nangis itu emang ngga usah bayar. lagian siapa juga yang mau ngoleksi air mata kamu? kalau air mata nya bisa berubah jadi mutiara sih aku koleksi deh. heheh..

nah, karena untuk ber-air mata itu ngga perlu pake bayar alias gratis. maka, yaudah yuk nangis. heheh. saya bukan mau ngajak untuk ber-mellow-mellow ria ya. lagian, bukan cuma orang melankolis yang jago ngeluarin air mata. perempuan–hampir semua perempuan– pasti sering ngeluarin air mata. entah karena perasaaannya yang tercabik-cabik, atau mungkin dagingnya yang tercabik-cabik (?)

ah pokoknya perempuan pasti sering menangis. dengan atau tanpa alasan.

contohnya saya. hahah, pengen banget dijadiin objek 😛

saya adalah seorang perempuan yang hobi nangis. sesuai kebutuhan dan kesempatan. bukan karena ingin diperhatikan. tapi memang terkadang, menangis itu membuat hati jadi agak sedikit lebih *huaaaaahh* lega.

ciyus. menangis itu membuat hati kita plong kayak makan permen ment*s. haha.

makannya, perempuan, kalau dilanda sesuatu sedikit, pasti akan lebih memilih untuk mengeluarkan jurus ampuhnya. menangis.

eh ya, btw, saya itu bukan orang melankolis. tolong dicatat baik-baik ya. saya bukan orang melankolis. sesuai hasil survey yang sudah sering saya lakukan sejak SMP, saya itu punya kepribadian koleris-sanguinis.

cerita itu juga ada di blog saya ini. check it out ^^

bayangin aja, saya itu koleris, dengan sifat yang keras dan tegas, dan dll nya itu, masa iya plus plus melankolis? -,-

hm.. koleris sama melankolis itu sesuatu yang oposisi. kalau sampai saat ini da entah sampai kapan, saya masih koleris-sanguinis, maka ke-cengeng-an saya itu benar-benar disebabkan karena saya perempuan.

karena saya memiliki tulang rusuk yang bengkok. yang, apabila dicoba untuk diluruskan, maka akan sama sekali patah. dan kalau tidak diluruskan, ia akan tetap bengkok..

maka, wahai kaum adam, berhati-hatilah kalau bicara sama perempuan yak. niatnya mau ngelurusin, tapi jadinya patah kan repot.

 

salam semangat! semangat november..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s