Last…

dan pada akhirnya, aku yang harus terus menerus mengalah. mengalah pada keadaan. mengalah pada tiap ego dan keinginan.

dan pada akhirnya, aku yang terus menerus kalah. kalah dengan keadaan. kalah dengan tiap ego dan keinginan.

ini sulit. benar-benar sulit. bukan sekali dua aku merasakan hal seperti ini.

haruskah ia ku sebut bunga, pelangi, hujan, coklat, atau mungkin es krim?

ataukah aku harus sebut ia panas, petir, badai, serangga, atau mungkin gelap?

tak bisakah aku berjuang sendiri?

melawan segenap sakit itu sendiri?

tak bisakah?

mengapa pula harus kulibatkan ia pada akhir november ini?

ah jadi ingat. sudah lama aku tak menyapamu november. bagaimana keadaanmu kali ini?

jika november ini benar-benar harus berakhir, lantas apa yang dapat kita harapkan padanya, november? apa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s