Dalam Dekapan Ukhuwah

Saudaraku.. mendalami agungnya cerita para sahabat yang terlingkar dalam dekapan ukhuwah, membuatku banyak menerawang semua kisah yang mungkin sangat tak berbekas dibanding mereka..

Hanya saja, cerita-cerita sederhana itu, seperti menjadi kenangan-kenangan yang akan selalu membuat saya berkata ke dalam diri.. “bahwa dalam dekapan ukhuwah, kutemukan jalan cinta untuk Yang Maha Cinta..” Sejatinya, ia bukan hanya sekedar membuatku lapang dalam sempit, atau merasa sangat antusias meski lelah, lebih dari itu semua, dalam dekapan ukhuwah mengajarkan kepadaku untuk lebih memahami bahwa persaudaraan yang kokoh berdiri adalah jawaban dari setiap pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita.. “Akankah kita mampu bertahan ?”… Continue reading Dalam Dekapan Ukhuwah

Advertisements

Surat Cinta Untuk Jiwaku dan Jiwamu..

Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri serta sahabat-sahabat tercintaku yang insyaAllah tetap mencintai Allah dan RasulNya di atas segalanya, karena hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandangan yang berbeda, lebih bermakna dan indah.

Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang kerap kali terisi oleh cinta selain dariNya, yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yang terkadang melakukan segalanya bukan keranaNya, lalu di ruang hatinya yang kelam merasa senang jika dilihat dan dipuji orang, entah di mana keikhlasannya.

Maka saat merasakan kekecewaan dan kelelahan karena perkara yang dilakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil. Dia akan melihat kesungguhan dalam berproses. Continue reading Surat Cinta Untuk Jiwaku dan Jiwamu..

Quote Oom Tere :)

”Selalu terus terang dan jujur meski itu kasar dan menyakitkan.”

–Tere Liye, novel “Negeri Para Bedebah”

“Sembilan dari sepuluh kecemasan muasalnya hanyalah imajinasi kita. Dibuat-buat sendiri. Dibesar-besarkan sendiri. Nyatanya seperti itu? Boleh jadi tidak.”

–Tere Liye, novel ‘kau, aku & sepucuk angpau merah’.

“Terkadang dalam banyak keterbatasan, kita harus sabar menunggu rencana terbaik datang, sambil terus melakukan apa yang bisa dilakukan.”

–Tere Liye, ‘kau, aku & sepucuk angpau merah’.

“Kalau memang terlihat rumit, ragu2, kesana-kemari, tidak jelas, plintat-plintut, bikin sebal, sakit hati, lupakanlah. Segera lupakan. Urusan perasaan yg sejati selalu sederhana.”

–Tere Liye, novel ‘Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah’. Continue reading Quote Oom Tere 🙂

(Tidak) Bisa Disederhanakan..

Kadang, aku bingung bagaimana harus bersikap. Aku tak bisa lagi menjadi biasa seperti dulu. Aku pikir, itu mudah saja aku lakukan. Tapi kenyataannya, ia tak sesederhana itu.

Ketika mundur teratur adalah jalan yang aku pilih, kesimpulan pertama yang bisa aku ambil adalah: Allah adalah sebaik-baik pelindung dan penolong. Allah tak mau hambaNya terus menerus berkutat dengan hal-hal itu. Allah tak mau hambaNya berjalan terlalu jauh. 

Maka ketika aku sudah mulai hampir terlalu jauh, Allah menarik kembali benang yang terikat padaku dan menariknya perlahan. Agar aku kembali. Kembali didekapNya.

Dan aku pun, kali ini benar-benar sudah memberikan warning sebesar-besarnya. Tidak akan pernah menyerah dengan keadaan. Tidak akan. 

Maka tolong, aku mohon dengan sangat..

Jangan pernah lagi pedulikan aku meskipun aku terlihat membutuhkan pertolongan..

Biarkan aku kembali berlari mengejar mimpi, menggenggam matahari.

Aku akan kembali mengejar harapan yang dulu sempat mengelam.. Continue reading (Tidak) Bisa Disederhanakan..