(Tidak) Bisa Disederhanakan..

Kadang, aku bingung bagaimana harus bersikap. Aku tak bisa lagi menjadi biasa seperti dulu. Aku pikir, itu mudah saja aku lakukan. Tapi kenyataannya, ia tak sesederhana itu.

Ketika mundur teratur adalah jalan yang aku pilih, kesimpulan pertama yang bisa aku ambil adalah: Allah adalah sebaik-baik pelindung dan penolong. Allah tak mau hambaNya terus menerus berkutat dengan hal-hal itu. Allah tak mau hambaNya berjalan terlalu jauh. 

Maka ketika aku sudah mulai hampir terlalu jauh, Allah menarik kembali benang yang terikat padaku dan menariknya perlahan. Agar aku kembali. Kembali didekapNya.

Dan aku pun, kali ini benar-benar sudah memberikan warning sebesar-besarnya. Tidak akan pernah menyerah dengan keadaan. Tidak akan. 

Maka tolong, aku mohon dengan sangat..

Jangan pernah lagi pedulikan aku meskipun aku terlihat membutuhkan pertolongan..

Biarkan aku kembali berlari mengejar mimpi, menggenggam matahari.

Aku akan kembali mengejar harapan yang dulu sempat mengelam..

 

Aku, akan sering menghindar. Aku akan selalu menghindar.

pernahkah kau mendengar?

kisah Jibril yang tak siap bertemu dengan Rasul saat menjelang pencabutan nyawanya?

bagaimana kau memaknainya?

 

ah ya,

rasa enggan bertemu itu bisa karena dua hal,

terlalu benci, atau terlalu cinta

dan sepertinya,

alasanku terhadapmu sama seperti alasan Jibril terhadap Rasul

 

yang aku tahu,

dulu, akan selalu equivalen dengan saat ini

mungkin lebih, atau bertambah

hanya saja, sekali lagi, aku tak mampu menyederhanakannya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s