Aku dan KaOEf

Ini Hari Kamis. I-ni Ha-ri Ka-mis. Iya, ini memang Hari Kamis.

Tadi ujian KaOEf. Kimia Organik Fisik. Dan ketika semalam ditanya oleh mba-mba yang prihatin dengan kondisiku yang hampir mengenaskan, aku jawab, “besok aku ujian si bahan organik yang suka main fisik.”

Mereka bingung. Hah? Main fisik? Ujian macam apa yang nyuruh mahasiswa nya tengkurep sambil jalan 50 Km sambil ngerjain soal?

Bukan, bukan. Nggak kayak gitu kok..

Kenapa saya bilang dia suka main fisik? Soalnyaaa, setiap kali ngedate sama KaOEf itu, dia suka banget nyakitin hati aku T_T.. Dia itu suka banget bikin aku seteres tingkat Dewi Quan-In. Suka banget bikin aku ngomong sendiri.. Bikin aku teriak-teriak sendiri di dalam kamar.. Bikin aku.. Arrghh pokoknya bikin aku mendadak pingin panggil psikiater.

Dan semalam itu benar-benar terjadi. Ketika aku sedang berduaan*benar-benar berduaan* dengan si KaOEf, aku tiba-tiba limbung, kehilangan arah, dan hilang kesadaran.

Bayangkaaaan tiba-tiba, aku serasa sedang berada dari kejauhan orang banyak, serasa sedang berada di antara dua jurang, dan aku serasa sedang lepas kendali atas diriku sendiri.

Dan yang terjadi adalah, aku meracau tak jelas..

“Ahh Ya Allah.. MasyaAllah.. Hemm hamm hemm.. aaah kenapa sihhh kenapa coba?”

“Yaampun Fiiit… Itu tuuh cobaa.. heeemmmmm…”

“Dikerjain itu soalnyaa… itu tuuh dikerjain soalnyaa…”

“Hiiiih jangan teriak-teriak cobaa… berisiiikk tauuu..”

Yakk, kira-kira seperti itulah racauan yang aku keluarkan..

Kemudian hening. Hening.

Mendadak berpikir, mengingat, dan teringat.

 

“Poroposal mu itu lhoo belum selesaiii….”

Ah ya dan mendadak aku teringat poroposalku yang belum selesai. Padahal, deadline nya, (deadline yang dibuat dengan diriku sendiri), sebelum UAS selesai, tu proposal harus udah masuk komisi.

Makin nambah pikiran aja.

Dan yang aku lakukan setelah meracau itu adalah, ambil spidol, ambil papan tulis, tulis semua agenda di sana..

Kemudian, tidur.

 

Bukan, kemudian, aku mencoba kembali berbaik hati pada KaOEf. Mencoba kembali mendekatinya. Satu – dua- tiga —

Dan terlelap lah sudah.

 

Selepas ujian siang ini, aku (masih) menggaruk-garuk tanah untuk mencari planaria. Agar aku bisa berguru padanya. Membelah diri–duplikasi–dan mengerjakan banyak tugas dalam satu waktu. Supaya bisa OL, bisa nulis, bisa makan, bisa makan es krim, bisa corat-coret tembok, bisa belajar, bisa ngafal, dan bisa melakukan berbagai macam pekerjaan lainnya.

Hm tapi sayangnya, planaria butuh sogokan yang cukup banyak untuk membuat dia bisa ngajarin gimana caranya jadi planaria.

Padahal, ngga suit kan ya buat ngajarin manusia jadi planaria. Toh kita kan udah masuk kingdom animalia.. Apa susahnya untuk bisa masuk kelas planaria?

Oke, kembali Naj!

Nah selepas ujian tadi, aku melampiaskan kekesalanku pada nomor 4 dan 5 dengan makan tempe penyet (?)

Ngga ngerti juga kenapa tadi milih tempe penyet. Mungkin karena hati aku lagi kayak si tempe penyet itu kali ya. Habis dipenyet sama KaOEf (?)

Setelah tempe penyet bersarang di lambungku, aku segera bergegas menemukan cintaku. Cintaku yang pertama dan terakhir.. :*

Es kriiim..

Yah, paling tidak, nomor 4 sama 5 di soal tadi bisa sedikit terlupakan dengan hadirnya cintaku..

 

Yak. Begitulah kira-kira cerita antara aku, KaOEf, tempe penyet, dan es krim (?)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s