uniquecelele..

Prinsip dualisme yang luar biasa sempurna. Dan tidak ada satu manusia pun yang bisa menandingi prinsip terkeren itu. Sekalipun manusia-manusia cerdas itu membuat prinsip trialisme (trial = tiga, isme=paham). He’em, saya juga ngga tau apa artinya trialisme itu. Tapi ternyata lucu juga.

Tuhan kita Yang Maha Besar itu sudah sangat sempurna,menciptakan segala sesuatunya dengan sempurna. Seperti kamu *eaaa..

Oke, fokus. Maksud saya, seperti kebaikan dan keburukan. Kebaikan dan keburukan. Dimana ada kebaikan, disitu pasti ada keburukan. Seperti halnya dimana ada gula, disitu pasti ada semut. Tapi bukan berarti semut merupakan analogi dari keburukan. Yah tapi memang semut itu sesuatu yang &*%$#. Argh gak tau deh kenapa harus ada makhluk kecil imut-imut yang suka banget ngambilin serpihan-serpihan kue di kamar saya.Padahal kan dia bisa aja saya kasih kue super jumbo buat bekal dia hidup ratusan tahun *sotoy*

Hemm dan kemudian saya berpikir. Maka untuk itulah adanya prinsip dualisme. Kenapa harus ada semut yang kecil unyu-unyu padahal jika dia besar, itu akan sangat membantunya.

Ah, sotoy banget. Emang siapa yang bilang kalo dia besar, dia bisa melakukan ini dan itu? Coba liat gajah. Dengan kondisi yang sebesar itu, emang dia bisa masuk ke kolam renang tanpa mengahancurleburkan prinsip Archimedes?

Haha, sebenernya sih bukan menghancurleburkan prinsip Archimedes. Lebih tepatnya, meluluhlantakan kolam renang dan beberapa spesies di dalam nya. Archimedes akan tetap begitu. Bahwa air yang keluar dari wadah, akan sama dengan berat benda yang masuk ke dalam nya. Maka jika berat gajah itu adalah 100 Ton, maka akan ada 100 Ton air yang juga keluar bersamaan.

Bayangkan!  Betapa malangnya jika ada makhluk unyu-unyu kayak semut atau kecoak atau siput yang lagi asik renang di sana.. Pasti mereka langsung terhempas sejauh ribuan kilometer dan kemudian tidak bisa menemukan jalan pulang. *gile, apabanget gue*

Nah ya, dualisme. Ketika si gajah itu besar dan si semut itu kecil, maka sudah jelas konklusi yang bisa saya dapatkan adalah, semut adalah makhluk Tuhan jutaan kali lebih kecil dibanding gajah *konklusi yang tidak intelek*.

Konklusinya jelas, Tuhan menginginkan kita –hambaNya– untuk dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari berbagai sistem di dunia, salah satunya dualisme. Tuhan menginginkan kita tahu, mengapa ada semut yang teramat kecil, mengapa ada gajah yang besar. Mengapa ada aku, mengapa ada kamu. Mengapa ada hidup, mengapa ada mati. Mengapa ada cinta, mengapa ada benci. Itu semua diciptakan sekali-kali hanya untuk memberi manusia pelajaran, untuk manusia-manusia yang mau berpikir.

Ah ya well, saya sedikit bersyukur karena saya masih dianugerahi pikiran-pikiran yang skeptis *huks.ini kata kakak saya*. Jadi saya masih berpikir tentang keunikan-keunikan di muka bumi, di alam semesta, di jagad raya, dengan berbagai pikiran yang mengambang dan kemudian terhempas dengan kesimpulan sotoy yang saya ambil dengan sendirinya tanpa adanya gugatan.

Hemmph yah, dan pada akhirnya semua itu unik. Aku itu unik. Kamu itu unik. Mereka itu unik. Dan semua yang berada di alam semesta ini memiliki keunikan tersendiri, dan akan menjadi semakin unik dengan prinsip dualisme yang unik.

Kalau masih belum percaya bahwa kamu unik, coba perhatikan wajah kamu di depan cerimin, perhatikan lamat-lamat, dan coba perhatikan mengapa matamu yang dua itu, matamu yang indah itu, tidak bisa melihat keindahan lain yang Tuhan ciptakan di aera wajahmu tanpa bantuan cermin? Padahal, kamu dengan sangat mudah melihat orang lain, melihat keindahannya, mengagumi ciptaanNya yang indah itu..

Hempph, dan yang terakhir, saya tidak tau apa kesimpulannya. Yang saya tau, kita semua itu unik. Dengan cara berpikir kita yang berbeda-beda. Saya yang berpikir tentang suatu yang absurd, sampai absurd lah diri saya. Kamu, yang mungkin berpikir tentang suatu yang damai, hingga damailah dirimu.

Yes, and finally, Hidup Unik! Uyee…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s