baca aja,atau abaikan.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk seseorang disana, temannya seseorang di sana, atau adik-kakak seseorang disana. Yah, intinya mah buat siapapun yang selalu berceloteh ria tentang hati, jiwa, pikiran, dan nafsu.

Menurut kalian, hati, jiwa, pikiran, sama nafsu itu beda atau sama?

Ini salah satu dari sekian ribu pertanyaan yang sudah siap kau lontarkan untuk membuat mati musuh-musuhmu, Mereka tidak sadarkan diri ketika dilontarkan suau pertanyaan ajaib seperti itu. Bukan karena mereka tidak tau, tapi tentu karena sudah jelas jawabannya : hati, jiwa, pikiran, dan nafsu memang lah ke-empat hal yang berbeda.

Dan yang kau pikirkan adalah, hati, pikiran, jiwa,dan nafsu itu harus bekerja bersama, berjalan beriringan. Agar tak ada lagi cacat dimana-mana. Ah, ya. Saya tau. Kamu itu perfeksionis tingkat dewa kan?

Sulit. Memang sulit untuk mengkondisikan diri kita untuk memaksa melakukan kesinambungan antara empat hal tersebut. Tapi ya yang bisa kita lakukan memang hanya terus berusaha, dan terus berdoa hingga mencapai titik yang tak berbilang. 

Tak perlu kau pedulikan omongan makhluk Tuhan lain di sekitarmu. Abaikan sajaa… Toh, saya yakin, kamu terlalu cerdas untuk melawan mereka.

 

Kenapa ya, daun itu warna nya hijau?

Pertanyaan ini sama seperti anak kecil yang merengek minta dibelikan seonggok boneka dan bilang, yang ini lucu mah, tapi yang itu juga. oya mah, kok boneka ini gak bisa ngomong ya? padahal pasti kan lucu kalau dia bisa ngomong..

Udah tau jawaban dari semua pertanyaan yang kamu lontarkan?

Tentang daun, hujan, pelangi. 

Well, kamu tau? Saya itu salah satu makhluk Tuhan yang sangat mencintai es krim. Dan saya sampai saat ini belum pernah bertanya, kenapa ya gak ada es krim yang terbuat dari cabe? Justru yang saya pertanyakan adalah, kenapa ya kok es krim inii enak bangeeeet?

Nah, udah tau kan bedanya?

Jangan melulu mencari suatu yang negatif, coba aja pertanyaan tentang daun itu diganti, kenapa ya harus ada daun di atas pohon? kenapa daun itu gak tumbuh aja di dalem jendela kamar saya?

 

Inget sama prinsip dualisme. Bahwa semua itu, baik yang di dunia, hingga di akhirat kelak, akan ada pasangannya. Bahagia dengan kesedihan, cinta dengan benci, dan bahkan surga dengan neraka.

Sami’na wa atho’na saja. Kami dengar, dan kami taat. Gak perlu repot-repot kamu tanya, kenapa ya harus aku yang dilahirkan dan menjadi seperti ini?

Just do your best! Saya percaya, perlahan kamu mulai menghilangkan kebiasaan kamu bertanya ini-itu. Karena sesungguhnya, jawaban itu sudah ada di sana. Di dalam hatimu.

Selamat pagi. Mari bebenah diri!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s