Abs— 3

Benar ya ternyata kata orang-orang, hujan memang selalu punya ruang tersendiri untuk dinikmati. Sesuai cara kita, sesuai selera kita. Seperti apapun itu. Dan sedari tadi, saya sedang benar-benar menikmatinya. Tidak ada seruputan-seruputan kopi atau teh peneman malam. Hanya ada bunyi tuk-tak-tik-ketuk-ketuk-ketik– dari si kecil meysi (nama notebook saya). 

Kemudian di tengah perjalanan saya mengetik beberapa hal, tibalah saatnya pada fase “kosong” dan kemudian hening. Hingga hanya terdengar samar-samar suara yang keluar dari handsfree. Bukan, bukan telepon. Ternyata ada lagu yang sedang diputar oleh meysi.

Sesaat, membaringkan kepala di atas bantal dan menikmati suara dari handsfree itu, dicampur suara hujan, juga suara hati (?). Daan, aah, ternyata begini rasanya.. Ternyata seperti ini rasanyaa…

Menangis tersedu karena suatu hal yang kau pun tak tau apa. Menangis tersedu karena entahlah.

 

Ternyata begini rasanya. Dan saya masih menikmatinya sampai saat ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s