SatNite

sejujurnya dan sebenarnya, saya sungguh amat sangat bingung. begini, saya adalah tipe pemerhati. jadi adalah wajar ketika saya perhatian sana sini. memperhatikan eloknya langit sore hari ketika sedang mengendarai motor, memperhatikan adik-adik di sekitar jalan kampus yang berlari-lari mengejar matahari (?), memperhatikan letak toko-toko es krim dan coklat baru yang bertebaran di sekitar kampus, memperhatikan gunung slamet yang selalu indah dipandang, dan beragam perhatian-perhatian lainnya.

nah, karena saya adalah tipe pemerhati, jadi adalah wajar ketika saya juga sibuk memperhatikan tentang fenomena malam minggu. ada apa sebenarnya dengan malam minggu? kalau saya perhatikan menurut kacamata saya yang sudah burem ngga karuan itu, malam minggu selalu memberikan efek jera bagi saya. seolah-olah saya ingin teriak lepas dan berkata, “wooooiii minggiirr semuaaaa…..” entah mengapa, malam minggu merupakan malam paling ramai diantara malam-malam lainnya.

kenapa sih? kenapa harus malam minggu? siapa sih yang bikin budaya malam minggu sebagai budaya kumpul sama pacar, hangout sama kekasih tercinta, nonton apapun, makan apapun, dan berbagai budaya lainnya? kenapa sih hampir semua orang yang mengaku punya pacar melulu menggunakan hak spesialnya untuk membebaskan dirinya dari seabreg tugas dan amanah hanya untuk ber-malam mingguan dengan kekasih tercinta?  *ini saya beneran nanya loh. saya penasaran, suwer.

kadang, ketika keadaan memaksa saya untuk keluar pada malam minggu (untuk keperluan rapat, mengantar teman ke dokter, ke stasiun, atau urusan apapun), jadi mikir berulang kali. selain karena berjubel nya manusia-manusia bunga (orang-orang yang berbunga-bunga), juga karena polusi udara dan suara yang meningkat drastis melebihi ambang batasnya. jujur saya pusing mendengar begitu banyak klakson di malam hari. hanya ingin mengatakan hal yang sama: minggir! gue, sama pacar gue mau lewat.

asssh..

nah, jadi, adakah yang berniat menjelaskan kepada saya tentang fenomena malam minggu?

dan kenapa juga ngga dimanfaatin buat sesuatu yang fenomenal?

misalnya, setiap malam minggu itu, di depan patung jendral soedirman, pasti berjejer motor-motor dan duduklah segerombol perempuan-laki laki di rerumputan depan patung itu. entahlah apa yang mereka lakukan. entahlah, sungguh, semuanya di luar jangkauan berpikir saya. nah, kenapa kita tidak mencoba sesuatu yaaaaang ..

misalnya begini, kita bikin aja kajian malam ahad di depan patung jendral soedirman. kalau mereka marah karena tidak adanya lahan buat mereka nongkrong, kita bisa sedian WC berjalan buat mereka (?). atau kalau mereka juga ngga mau, kita ajak aja mereka ikut ke kajian kita. haha, gimana? bagus kan? 😀

duh, cowo gue kapan dateng sih. mau malem mingguan nih (?)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s