aroma cinta

malam ini seakan-akan saya bermimpi dan berharap untuk kejatuhan bintang saja. atau meteor. atau bulan. atau apalah. yang jelas, saya menginginkan untuk meluangkan waktu saya yang sudah cukup luang, untuk menjejaki alam mimpi yang saya rindukan. bersama ayah saya misalnya. bercengkrama sebentar saja. meski lewat mimpi. tapi saya butuh waktu lama. untuk benar-benar membenamkan diri saya jauh dari alam dunia, menyentuh alam mimpi. supaya benar-benar bisa merasakan lagi, aroma cinta 7 tahun lalu. Continue reading aroma cinta

karena ukuran kita tak sama..

seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya

memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti

memaksakan kasut besar untuk tapak mungkil akan merepotkan

kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi

(Salim A Fillah, Dalam Dekapan Ukhuwah, hal. 254)

ah, pernahkah kita merasa sangat kesal atau merasa sangat ‘geregetan’ karena seseorang tidak bisa sesuai dengan keinginan kita? atau merasa sangat amat keheranan melihat sikap seseorang yang sama sekali tidak masuk di akal kita kenapa bisa seperti itu?

mungkin pernah sesekali, atau mungkin juga sering.

bisa jadi, sebabnya adalah, Continue reading karena ukuran kita tak sama..

a little note for myself

Well, saya hanya akan me-reblog sebuah postingan dari blog yang saya follow. adalah kak adjie wicaksana, teknik industri ITB, yang postingannya akan saya reblog disini. Ah ya, sedikit bercerita. berhubung saya sudah mem-follow blog beliau sejak lama, jadi sudah pasti, segala macam postingan beliau akan mampir di dashboard blog saya, tapi hanya sebagian saja. dan saya, bodohnya, selalu mencurigai bahwa itu adalah blog nya kang ucup, alias kak ridwansyah yusuf achmad. well, foto mereka dari jauh tampak hampir sama, dan kalau tulisan beliau, saya agak-agak pikir dua atau tiga kali buat baca, karena kalau baca tulisannya itu kayak dikasih beban 200 ton *lebay*. yah, begitulah. jadi, singkatnya, saya baru tau kalau ini adalah blognya kak adjie, bukan kak ucup. oke, check this out..

Kita seringkali menganggap pernikahan itu adalah peristiwa hati. Padahal sesungguhnya pernikahan adalah peristiwa peradaban. Ini bukan cuma tentang 2 manusia yang saling mencinta lalu mengucap akad. Ini peristiwa peradaban yang mengubah demografi manusia

Pernikahan adalah sayap kehidupan. Rumah adalah benteng jiwa. Jika di rumah kita mendapat energi memadai, di luar rumah kita akan produktif. ‘Sakinah’ bukan cuma ‘tenang’. Continue reading a little note for myself

Khilaf, Benci, dan Cinta

images cSeorang kawan, dalam do’a dan salamnya
diberlalunya seperempat abad usiaku
kembali mengenangku sebuah kaidah
“bencilah kesalahannya, tapi jangan kau benci orangnya.”

betulkah aku sudah mampu begitu
pada saudaraku, pada keluargaku,
pada para kekasih yang kucinta?
saat mereka terkhilaf dan disergap malu
betulkah kemaafanku telah tertakdir
mengiringi takdir kesalahan mereka? Continue reading Khilaf, Benci, dan Cinta