karena ukuran kita tak sama..

seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya

memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti

memaksakan kasut besar untuk tapak mungkil akan merepotkan

kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi

(Salim A Fillah, Dalam Dekapan Ukhuwah, hal. 254)

ah, pernahkah kita merasa sangat kesal atau merasa sangat ‘geregetan’ karena seseorang tidak bisa sesuai dengan keinginan kita? atau merasa sangat amat keheranan melihat sikap seseorang yang sama sekali tidak masuk di akal kita kenapa bisa seperti itu?

mungkin pernah sesekali, atau mungkin juga sering.

bisa jadi, sebabnya adalah, kita merefleksikan orang lain sebagaimana diri kita. teori komunikasi “perlakukanlah seseorang seperti halnya kita ingin diperlakukan”, sepertinya memang sudah tidak lagi relevan. bisa jadi, sikap kita kepada diri kita, tidak selalu sesuai dengan keinginan dan kebutuhan orang lain, bahkan sekalipun dalam kondisi dan situasi yang persis. oleh karenanya, teori itu berganti menjadi “perlakukanlah seseorang seperti halnya ia ingin diperlakukan”.

setiap manusia dilahirkan dengan potensinya masing-masing, saya percaya itu. dan menjadi seseorang yang mampu membaca dan melejitkan potensi itu, adalah orang yang memiliki kebeningan nurani dan kepekaan sosial yang tinggi.

begitulah, karena ukuran kita tidak sama.. maka hargailah perbedaan.

***

“kita saling bekerjasama dalam hal-hal yang kita sepakati. dan kita saling menghormati, dalam hal-hal yang kita perselisihkan”

Syaikh Muhammad Rasyid Ridha.


Dalam sebuah film jepang berjudul “CHANGE” yang bercerita tentang seorang Perdana Menteri Jepang yang masih muda, dikisahkan saat penggalan dimana ia mendapatkan tekanan saat berdiplomasi dengan salah satu menteri dari Amerika Serikat. saat itu, kondisi menjadi memanas, ketika permintaan dari sang Menteri tidak dipenuhi oleh sang Perdana Menteri. kemudian ia mengatakan:

“Pikirkanlah, kita berada di kelas yang sama. maka saat ada sesuatu yang tidak kamu sukai atau yang kamu tidak puas terhadapnya, maka sampaikanlah dengan jelas. dan dengarkan mereka dengan jelas pula. lalu mari kita berpikir melewati batas itu (lebih jauh). maka….”,

“kita akan saling memahami!”, potong sang ajudan Perdana Menteri dengan yakinnya.

“Tidak! mereka akan menyadari, bahwa mereka memang berbeda. karena saat kita berpikir bahwa kita sama, kita merasa kesal saat di sana timbul perbedaan. saat seseorang bertindak berbeda, maka kita akan berkata ‘apa-apan dia!?’, pada saat itulah pertengkaran dimulai.”

“pada dasarnya, tidak ada dua orang yang sama persis. setiap orang memiliki cara pikir yang berbeda dan mengalami situasi yang berbeda. itulah mengapa aku hanya ingin mereka mengerti, bahwa mereka memang berbeda satu dengan yang lain. setelah itu, pikirkanlah bagaimana kita memilih kata yang tepat (mengambil tindakan yang tepat-red) untuk dapat menjangkau hatinya. sehingga pada akhirnya mereka dapat meyakinkan satu sama lain. begitulah persepsi saya tentang diplomasi”

ya, begitulah seharusnya seorang pemimpin menyikapi perbedaan. dia tidak menganggapnya selalu sebagai tembok penghalang atau benih perpecahan. ia mampu menyikapinya dengan bijak, karena ia yakin, dibalik perbedaan itu, terdpat potensi kebaikan yang seharusnya dapat dimunculkan.

mempercayai yang terbaik dalam diri seseorang

akan menarik keluar yang terbaik dari mereka

berbagi senyum kecil pada pujian sederhana

mungkin saja mengalirkan ruh baru pada jiwa yang nyaris putus asa

atau membuat sekeping hati kembali percaya

bahwa dia berhak dan layak untuk berbuat baik

(Dalam Dekapan Ukhuwah, hal 188)

Lagi, ini reblog dari blog tetangga (jauh amat tetangga nya di jawa barat :P). ini sumber nya dari kak adjie.. http://adjiewicaksana.wordpress.com/2010/09/09/karena-ukuran-kita-tak-sama/#comment-1184

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s