aroma cinta

malam ini seakan-akan saya bermimpi dan berharap untuk kejatuhan bintang saja. atau meteor. atau bulan. atau apalah. yang jelas, saya menginginkan untuk meluangkan waktu saya yang sudah cukup luang, untuk menjejaki alam mimpi yang saya rindukan. bersama ayah saya misalnya. bercengkrama sebentar saja. meski lewat mimpi. tapi saya butuh waktu lama. untuk benar-benar membenamkan diri saya jauh dari alam dunia, menyentuh alam mimpi. supaya benar-benar bisa merasakan lagi, aroma cinta 7 tahun lalu.

malam ini seakan-akan saya hanya ingin berkata pada awan yang telah membawa hujan pergi untuk terus saja hadirkan hujan itu. untuk tak hentikan ke-derasannya. karena dengan hujan, saya hanya ingin saya tau, bahwa tak ada yang bisa memberhentikan langkah saya, sekalipun hujan tetap menderas. tapi saya ingin hujan. supaya saya tau, bahwa saya harus tetap berjalan, berlari, merangkak, atau apalah, untuk tetap membawa misi aroma cinta 7 tahun lalu.

maka malam ini, seakan-akan saya hanya ingin menyampaikan bahwa saya rindu. sudah sangat rindu. rindu pada kerinduan yang meradang. mencuat semua memoar kenangan itu. melesat berkelebat pada dinding kamar, buku-buku, laporan, handphone, bahkan layar laptop saat ini.

tapi apa yang bisa saya perbuat untuk tetap merasakan aroma cinta 7 tahun lalu?

disaat semua cinta adalah nyata. disaat semua harap mengudara. disaat semua mata terpana. disaat semua air mata tak ada.

disaat masih ada engkau di sana.

yang selalu membersamai putri kecil yang sudah dewasa.

pah, bolehkah aku rindu? :’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s