yadullahi fawqa aydiihim!

sejujurnya, malam ini saya berniat untuk menumpahkan semuanya. semua sindrom yang telah beranak-pinak memenuhi basa-basa nitrogen pada rantai DNA, sehingga menyebabkan saya lupa diri (?)

mungkin juga malam ini saya akan menceritakan segalanya. tentang teori penciptaan alam semesta, yang sungguh tiada tandingannya. atau mungkin juga tentang rembulan yang ternyata hanya memiliki sisi jauh, bukan sisi gelap. mungkin juga tentang intan, atau apalah itu namanya.

tapi sungguh malam ini saya tidak memiliki cukup banyak hedonismenia kata-kata yang biasanya membuat saya rela melepas sepatu dan berlari di atas beling untuk membuktikan bahwa saya lah sang maestro (?) apaan sih fit?

saya hanya merasa diri saya sedang berada pada tingkat kulminat paling tidak-anti-mainstream. sehingga berbahaya sekali jika ada satu jarum yang menyentuh saya pada ujung kuku sedang saya dalam kondisi berada pada sisi jurang kepekatan mainstream. makin ga jelas.

kemudian saya membiarkan kursor huruf ini berkedip-kedip selama… kira-kira 20 menit.

 

dan saya berpikir ulang.

 

 

untuk menceritakan sebuah cerita. tentang cerita yang belum pernah tercerita. tentang pertolongan Allah yang sungguh, hanya akan datang di saat yang tepat. itupun hanya ketika kita yakin. ketika kita yakin bahwa Allah akan menolong kita. bahwa hanya Allah-lah yang bisa menolong.

ketika kita merasa berada dalam sebuah kehimpitan masalah yang luar biasa. mungkin bagaikan terhimpit bongkahan-bongkahan es luar biasa besar di kutub utara sana, yang menjadikan diri beku, sebeku-bekunya. atau mungkin bagaikan terjerembab ke dalam telaga yang menenggelamkan narcissus, yang ternyata, di dalam telaga itu ada istana yang mengharuskan kita menjad budak abadi sang narcissus-or (?) atau mungkin, yah, hanya terhimpit sebuah masalah saja. tidak lebih. tidak kurang. *well, akhirnya. jangan bertele-tele gitu lah fit.

nah, ketika kita merasa sedang berada dalam kondisi yang amat sangat membutuhkan pertolongan, maka lihatlah sekitar. adakah saudara kita yang sedang membutuhkan pertolongan? jika ya, maka bantu segera. meskipun pada kondisinya, kita sangat membutuhkan pertolongan. ah, tapi itu kan menurut kita. menurut Allah? 🙂

liat deh perbedaannya. kalau kita udah bantu orang lain yang sedang berada dalam kesulitan, padahal kita nya sendiri juga dalam keadaan yang serba sulit, liat betapa nikmatnya hasil dari syukur yang kita amalkan. meskipuuun, menurut kita, kita belum bisa dibilang bersyukur (karena masalah kita belum tuntas). tapi kemudian, tunggu prosesnya. lebih canggih dari sistem tercanggih yang pernah ada. kejadian-kejadian yang cantik itu terrekam oleh cctv nya malaikat roqib. tanpa jeda. tanpa cela. tanpa kurang. tanpa lebih. dan Allah, dengan sekejap saja, segera memberikan apa yang hambaNya butuhkan.

well, kalau ternyata ngga kayak gitu gimana? haha DL 😀

lain ceritanya. ketika kita sudah membantu sesama, meringankan beban saudara, shalat di awal waktu, qiyamullail ngga pernah putus, dhuha ngga kelewat, tilawah kenceng, tapi Allah tidak juga mengabulkan doa pinta kita, maka coba lihat dari sudut pandang lain. cobalah berbaik sangka dengan takdir Allah.

bisa jadi, ketika ada saudara kita yang shalatnya di akhir waktu, ibadah-ibadah sunnah nya jarang dilakukan, tapi langsung dapet apa yang dia minta, bisa jadi Allah berujar pada malaikat, “sudah.. langsung saja kabulkan apa yang ia minta. Aku muak mendengar semua omong kosongnya. segeralah. penuhi apa yang ia minta.”

namun, ketika orang yang Allah cintai berdoa, meminta, berharap, hingga luruh air matanya, hingga tersungkur wajahnya dalam sujud, tapi doa nya belum juga terkabul, bisa jadi Allah berujar, “tunggu dulu. tangguhkan dulu permintaannya. biarkan ia berdoa. biarkan ia terus seperti itu. Aku senang melihatnya berdoa. Aku senang dengan cucuran air mata takutnya. Aku senang mendengar permintaan taubatnya. maka tunggulah..”

satu ayat yang saya ingat dari QS Muhammad:10, Allah berfirman:

“….tangan Allah berada di atas tangan manusia….”

maka lihatlah, tunggulah saudara-saudaramu yang akan menolongmu, tanpa kurang. tanpa lebih. karena ada tangan Allah di atas tangan saudaramu.. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s