lindu

Kali ini seperti kembang api, yang bisa pecah begitu saja di ketinggian yang pas, yang cukup bagi orang-orang bilang ia indah. Tidak terlalu rendah karena bisa menyakiti siapapun yang berada didekatnya. Pun tidak terlalu jauh sehingga sulit mendeteksi keberadaannya. Ia hanya akan terlihat indah. Pada ketinggian yang pas.

Ah, entahlah. Rindu memang selalu begitu. Ia hanya akan memberi dua pilihan. Menunggu dihapus waktu atau menjadi gila. Dan saya, sepertinya memilih yang kedua.

——-well,baiklah. saya alay——–

antipati-filantropi

Saya tidak tau mengapa kandungan kafein dalam kopi dapat membuat saya bertahan selama ini hari ini. Padahal biasanya, satu jam setelah saya meminum kopi, saya langsung tertidur tanpa berdosa, dan keesokan harinya saya memaki-maki layanan televisi yang menampilkan iklan kopi tersebut dan seenaknya mengeluarkan sumpah serapah bahwa kopi itu sama sekali tidak ber-efek bagi para penikmatnya. padahal, siapa yang bersalah jika saya tertidur sesaat setelah minum kopi? tentu produsen kopi lah yang salah. *jadi maksud lo apa fit?*  Continue reading antipati-filantropi