al-wafa :)

di malam terakhir bulan penuh cinta ini, sejujurnya saya tidak ada niatan sama sekali untuk kembali menulis. tapi apa daya. request membanjir. dan satu yang akan saya penuhi. bicara tentang kesetiaan.

well, mungkin untuk sebagian insan, kesetiaan ini sering dianggap sempit-makna, sehingga bahasannya melulu hanya cinta pada sesama. padahal, dengan ucapan dua kalimat syahadat yang selalu terucap saat menjalankan shalat, artinya kita telah mengucapkan janji setia. pada Allah, dan RasulNya tentunya. 

nah, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, setia berarti patuh, teguh pendirian dan memenuhi janji. sedangkan kesetiaan berarti keteguhan hati, ketaatan dan kepatuhan. jika kita kaitkan dengan keimanan kepada Allah, tentu artinya sama dengan ketaqwaan. bahwa arti taqwa bukan hanya sekedar menjalankan perintah dan menjauhi segala larangannya akan tetapi lebih dari itu semua. bahwa taqwa merupakan manifestasi dari amal shalih yang kita lakukan setiap harinya. jika kesetiaan kita kaitkan dengan kehidupan keluarga, tentu ini berarti bahwa masing-masing anggota keluarga siap untuk menerima kondisi apapun yang terjadi serta berupaya untuk mempertahankan keutuhan dalam keluarga tersebut. *wew,bahasa lo fit*

sekarang saya akan menguak misteri kesetiaan para insan mulia pada zamannya. tentang Siti Hajar, Nabi Ibrahim As, dan Nabi Ismail As.

yang pertama, adalah spirit kesetiaan yang ditampilkan oleh Siti Hajar. ia adalah istri nabi Ibrahim As sekaligus isyarat lambang wanita sejati yang taat kepada suami dan perintah Allah SWT. segala kesulitan, kepahitan, keresahan yang ditempuh Siti Hajar bersama anak kecilnya, Nabi Ismail As di tengah-tengah padang pasir. ia ditinggal oleh suaminya Ibrahim As untuk sementara waktu di Mekkah tanpa pembantu pribadi, mobil pribadi, mesin cuci pribadi (?), bekal yang mewah serta tempat tinggal yang nyaman dan ber-AC. *iyakalidipadangpasirpakeAC*.  Siti Hajar harus berjuang untuk kelangsungan kehidupaannya esok hari. lantas apa yang membuat ia tetap setia mendampingi suaminya Ibrahim As ? adalah karena keyakinan dan keteguhannya bahwa suaminya adalah seorang suami yang bertanggung jawab dan tentu tidak akan membiarkan begitu saja kehidupannya dalam keterasingan itu.

disamping kesetiaan Siti Hajar yang tulus kepada suaminya bahwa ia juga setia terhadap Allah Swt dan ini dibuktikan dari transkip dialog yang terjadi antara Siti Hajar dan Nabi Ibrahim : “Allahu amaroka bi hadza ?” (Apakah Allah yang memerintah kepadamu agar saya tinggal di sini ?) Nabi Ibrahim menjawab, “Na’am.” (Iya.) Kemudian Siti Hajar berkata lagi, “Idzan la yudlayyi’uni.” (Jadi kalau begitu, Allah tidak akan membiarkanku.). well, menurut saya, memunculkan keyakinan seperti ini sangat sulit sekali apalagi ditengah kesulitan hidup yang menerpa Siti Hajar pada waktu itu. akan tetapi beliau tetap teguh dan setia kepada Allah hingga pada akhirnya Allah mengabadikan kisahnya bersama putra kesayangannya Ismail As dalam pencarian air minum ketika Ismail kecil kehausan yang diabadikan Allah lewat kewajiban Sa’I yakni berlari kecil antara bukit Safa dan Marwa. *cmiiw*

spirit kesetiaan yang kedua adalah yang ditampilkan oleh Nabi Ibrahim As. dalam penerimaan konsep ketauhidan, ia sedikit lebih istimewa dan berbeda dari nabi-nabi yang lain. Nabi Ibrahim As dibiarkan oleh Allah Swt mencari sendiri siapa Tuhan-Nya dan ini diabadikan didalam Al Qur’an Surat Al An’am ayat 76-79 *cmiiw*. dan ketika ia berhasil menemukan Tuhan-Nya yang kekal dan abadi yakni Allah Swt, ia juga tidak dibiarkan oleh Allah beriman begitu saja sebelum di uji lagi sampai sejauh mana keimanan dan kesetiaannya tersebut kepada Allah. kemudian, Nabi Ibrahim kembali mendapatkan ujian melalui mimpi yakni diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putra tercintanya sekaligus anak satu-satunya yakni Nabi Ismail As. kesetiaan Nabi Ibrahim terhadap Allah mendapat ujian yang sangat luar biasa dan mungkin sebagian kita menganggap sangat tidak lazim untuk dilakukan. tetapi Nabi Ibrahim membuktikan kesetiaannya itu kepada Allah dengan mendatangi putranya Ismail dan menyampaikan mimpinya itu. dan peristiwa ini kembali diabadikan Allah dalam Al Qur’an Surah Ash Shaaffaat ayat 102. ketika Nabi Ibrahim lulus dalam ujian kesetiaannya ini maka beberapa tahun kemudian ia diberikan penghargaan oleh Allah berupa anak kedua yakni Nabi Ishaq As dan juga semua Nabi setelah Nabi Ibrahim As adalah keturunan dari beliau. makannya, kita sering denger kalau Nabi Ibrahim As adalah bapaknya para nabi.

spirit kesetiaan yang ketiga adalah yang ditampilkan oleh Nabi Ismail As. beliau merupakan putra satu-satunya yang dimiliki Nabi Ibrahim As. dari kecil ia memang menjalani hidup penuh dengan perjuangan dan kesusahan, namun tidak sedikitpun ia mengeluh dan protes terhadap kehidupannya yang kurang beruntung itu kepada Ayah dan Ibundanya. ismail kecil tetap sabar dan sayang kepada kedua orang tuanya. hingga datanglah berita yang disampaikan oleh ayahnya Nabi Ibrahim As perihal mimpinya mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih dirinya (Ismail As), sedikitpun ia tidak gentar atau benci dan memusuhi ayahnya tersebut. justru yang ia katakan adalah : “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”  nabi Ismail yang baru baligh itu menunjukkan kesetiaannya yang luar biasa kepada Allah dan Orang Tuanya, sedikitpun ia tidak pernah mengeluh.

nah, semoga, kita termasuk hamba-hamba Allah yang meraih hikmah dari tiap ceritadari surat cinta yang tersampaikan.. menjadi hamba Allah yang tetap bersyukur dan tetap sabar layaknya Nabi Ismail As, menjadi hamba Allah yang tetap setia terhadap pasangannya tanpa melupakan kesetiannya pada Allah dan RasulNya.. semoga, kehidupan kita yang bisa jadi jauh dari kata sempurna, yang penuh dengan kesulitan dan onak duri, tidak menggentarkan semangat kesetiaan kita pada Allah.

 

 

nb:: setia, identik dengan mempertahankan apa miliknya. dan setiap yang mempertahankan miliknya akan tampak egois. meskipun orang lain tidak tau bahwa dirinya juga terluka.

Advertisements

3 thoughts on “al-wafa :)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s