PorProv Jateng

fiuh. akhirnya saya bisa juga menemukan halaman kosong pada “Add New Post” blog saya ini .. waw awesome juga rupanya setelah sekian lama tak berjumpa 🙂 miss you so much, dear. Ah, terlalu bertele-tele.

saat ini, laptop pinjeman saya ini sudah terlalu letih mungkin hidup bersama saya. padahal baru hanya beberapa jam saja ia menemani indahnya hari bersama saya -_-. disiini ia sudah menunjukkan pukul 2.59.  sekarang udah jam 3 pagi mba dan mas brooo.. tapi entah mengapa mata saya ini tak kunjung mengantuk. sudah terbiasa dengan kebiasan insomnia yang dibiasakan. *ah maaf saya matikan alarm tahajjud saya dulu yang ternyata sudah berbunyi dan mengingatkan saya untuk merapat ke sajadah cantik itu. (sebentar ya cantik, sebentar 🙂 ).

ah ya, pernahkah kalian merasa bahwa terkadang hidup kalian itu membawa pesan amoral yang tertular pada orang lain? pernahkah? atau pernahkah kalian merasa bahwa kehadiran kalian itu justru membawa manusia-manusia yang berada di dekat kalian menjadi terancam bagi orang lain? yah, sekalipun orang yang kita anggap sedang terancam itu justru merasa amat sangat nyaman berada di dekat kalian.

atau, pernahkah sesekali kalian berusaha menjauhi beberapa orang dari orang-orang di dekat kalian untuk mengetahui dan mengawasinya dari jauh? hanya untuk membuktikan, bahwa ia akan sangat baik-baik saja jika berada jauh dari kalian. pernahkah?

oke, saya memang tak pandai menutupi rahasia. dan kau tau? kau pantas mendapatkan hadiah karena telah berhasil menebaknya.

iyaaaa. saya memang sedang merasakan hal itu. *fiuh.

sedang merasakan sangat–teramat sakit karena mengetahui ada seseorang yang saya sayangi, mengalami cedera hati luar biasa dalamnya justru dari sahabat-sahabat yang biasa dekat dengannya. bahkan saya pun selalu menangis setiap kali teringat dirinya yang juga –menurut saya– sangat menyayangi saya.

mungkin memang itu salah saya. yang belum bisa menjadi teladan yang baik untuk dirinya. belum bisa menjaganya dengan sepenuh cinta. atau mungkin memang karena saya lah yang telah membawa pengaruh buruk bagi dirinya. entah apapun itu. yang jelas, menurut hemat saya, saya cukup bertanggung jawab atas kesedihannya yang menimpa beberapa hari belakangan.

ia mulai merasakan ketidaknyamanan berada di dekat teman-temannya itu. bukan karena teman-temannya salah, bukan. menurut saya justru mereka benar karena telah berusaha mengingatkan. tapi kalian tau? suatu kebenaran yang dikisahkan tanpa kasih sayang itu akan sama seperti pedang yang hanya bisa menembus dan memotong. padahal, kita bisa menempatkan pedangnya sebagai ancaman. tanpa perlu sungguh-sungguh menembus jantungnya. mungkin itu yang belum kita pelajari dengan benar. sampai akhirnya, kebenaran apapun yang ia ketahui dari mereka, ia hanya akan merasakannya seperti pedang yang mencabik-cabik jantungnya, lalu mati. selesai sampai disitu.

mungkin saya yang belum bisa memberikan pemahaman kecil padanya, bahwa Allah mengajarkan untuk terus bersabar dan lipatgandakan kesabaran itu.

kau tau? selama kau merasa kau masih berada dalam jalan kebenaran, maka tetap tegakkan kepalamu. tebas semua pikiran-pikiran negatif yang ada dalam dirimu.

selama mereka bersikap seperti itu padamu, kau masih punya jutaan cinta yang bisa kau berikan cuma-cuma untuk mereka.

Laa taghdab, walakal jannah! :))

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s