berkualitaslah!

biasanya sesaat setelah tulisan publish, ada saja yang nge-pm dan bilang, “mbak ih. apa banget deh tulisannya.gaje. aneh. tapi sukaaaaa ~.”
eh sebenernya sih bukan mau cerita tentang tulisan saya yang super ga genah banget. saya hanya mau sampaikan bahwa kemarin siang saya dan adik saya yang super itu main ke kantor pak masyedi  tadinya cuman mau sepuluh menit aja sih ya. sepuluh menit loh ya. sepuluh menit. tapi jadinya satu jam. gimana gak pada pulang tu orang-orang yang nungguin janjian sama beliau juga -____- 
kita ngobrol dari jam setengah tiga dan baru keluar jam setengah empat. dan kalian tau apa yang kita diskusikan? awalnya masih berada pada jalur yang benar(ngomongin pilrek unsoed), tapi setelahnya, lagi-lagi pasti sang bapak memberi wejangan tentang bagaimana hidup. karena memang, hidup kita, apapun yang menjadi kebiasaan dalam hidup kita, akan menjadi akhir pada keadaan ketika ruh kita lepas dari jasad. kualitas hidup, tentu akan menentukan kualitas mati. ten-tu.

sang maestro sungguh memberikan kita, saya khususnya pelajaran yang cukup mengesankan. mengasyikkan. memang ya, ah. selalu saja mendapat peringatan dari yang lain. bahwa perdagangan yang paling menguntungkan ya hanya dengan Allah. bukan yang lain. bahwa Allah pasti akan memberikan keuntungan yang jauuuuuhhhh lebih besar dari yang kita pikirkan, dari yang kita bayangkan. bahkan keuntungannya itu ga sempat bersemayam dalam pikiran kita, sangking besarnya keuntungan itu. 

hanya cukup dengan bersyukur dan bersabar. bukankah memang kedua itulah implementasi dari iman?

saya selaluuu ingat kata-kata beliau. bahwa sudahlah. ikhlaskanlah apa yang sudah terjadi. ikhlaskan apa yang orang-orang perbuat ke kita. sekalipun itu sakit. sekalipun itu menusuk-nusuk hati kita hingga membentuk lubang yang teramat dalam. namun ikhlaslah. dan doakan orang itu dengan sebaik-baiknya doa. dengan doa terbaik yang bisa kita panjatkan untuk mereka. dan kemudian, serahkan semua pada Allah. bukankah pada akhirnya memang kita akan menghadap Allah dengan urusan kita masing-masing? dan biarlah Allah yang kemudian akan membalasnya. dengan seadil-adil pembalasan. 

aah, makin cinta deh sama Allah :”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s