Klub Bola

di sisa-sisa rintik hujan yang masih rela turun sembari menebar keberkahan ke bumi, saya sejenak berpikir. kira-kira kenapa ya laki-laki itu mayoritas suka bola, futsal, dan atau sejenisnya? saya kadang heran. bukan kadang sih. tapi sering. apa sih emang yang ditonton? saya terkadang –sangking penasarannya– suka ikut nimbrung kalau babe sama abang lagi nonton bola. mereka ribut. yang satu dukung grup A, satunya lagi dukung B. saya? dukung fotografer kece nya aja deh. tapi ini serius. saya bingung apa yang ditontooooon.. apaaaa? bola yang dikejar sama dua puluh dua pemain bola? rumput yang bergoyang karena hasil tendangan bola? lapangan yang basah karena keringat pemain bola? atau para penonton menonton bola cuma mau memaki yang salah aja? atau apa? anyone, please help me get the answer T.T 

 

berangkat dari kesaksian saya tentang mayoritas dari penonton yang terlebih sering meneriakkan kalimat-kalimat sarkas yang menunjukkan bahwa ia tidak suka sama sekali dengan gaya si pemain. dengan taktiknya. dengan strateginya. bah! macam apa pula! coba kau saja lah yang bermain di lapangan itu. bisa apa kau? *eh ini kenapa jadi logat sumatera*

 

akhir-akhir ini saya sering banget liat apdetan cowok2 penggemar benda bulat yang menggelinding tanpa ampun di sana sini. grup inilah. grup itulah. masing-masing adalah penggemar dari masing-masing klub. kalau klub nya menang seneeeeeng banget. padahal mah dia juga ga dapet apa-apa. paling-paling cuma dapet tos-an aja dari temen-temennya yang juga menggagumi klub yang sama. dan dapet sinisan dari oposisi nya. nah kalau klub nya kalah? pertama jelas, dia pasti akan sok paling ngerti keadaan di lapangan sana dan bilang “aaah.. harusnya kaya gini…kaya gini…kaya gini… blup blup blup…” setelah itu? kesalahan apapun, akan diterima. dan tetap membela klub kesayangannya itu dengan berbagai macam alasan. saya yakin seribu persen, penggemar dari klub yang kalah itu pasti akan tetap membesar-besarkan hatinya dan hati para penggemar lainnya dengan bilang “aaah itu mah emang wasitnya aja yang cemen! masa kayak gitu aja kartu merah!” 

 

kadang saya suka berbelas kasih pada wasit yang innocent itu. yang seringnya kena omel para penggemar. sama nasib nya kayak hakim garis itu. mungkin kalau dia bawa bendera putih, dia akan bilang “I Quit!” sangking capeknya di maki 😛 

 

aaaah, well. beruntungnyaaaa Islam mengajarkan kita untuk sabar ya? Ishbiru.. Washabiru.. Warabithu… 

berntungnyaaaa kita punya Allah yang selaluuuu sayang.. yang selaluuuuu tetep cinta. meskipun, kadang, kita terlebih sering terhanyut dalam kesenangan fana, tanpa ingat bahwa Rabb pencipta kita lah yang membuat kesenangan itu. 

untungnya, Allah tetap berada disisi kita meskipun kita sering marah, sering ga terima, sering menangisi takdir yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Allah ga pernah pergi kan? kita nya aja yang sering menjauh..

 

kau tau? Allah tak pernah terlambat. kita saja yang terlalu cepat berprasangka. maka beruntunglah ia, yang memahami kehendak RabbNya.. 

Advertisements

2 thoughts on “Klub Bola”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s