KKN #2

masih dalam topik yang sama, di KKN, saya bertugas sebagai sekretaris sekaligus staf bagian pendidikan yang dimandori oleh seorang Kak Othe yang begitu menyayangi anak kecil. tugas kami begitu menyenangkan. setiap pagi kerjanya bermain dan bersenang-senang dengan adik-adik PAUD, siangnya belajar sama adik2 SD, malamnya belajar ngaji sama adik-adik TPQ. bertemu anak kecil itu seperti bertemu dengan masa depan. mereka membawa segenggam harapan. dan kami, ditugasi untuk bantu menggenggam harapan itu supaya berangsur-angsur menjadikannya nyata.  Continue reading KKN #2

Advertisements

KKN #1

jadi ceritanya, saya mau cerita tentang KKN. tapi maaf belum ada fotonya T.T masih ada di laptop temen. huks. 

hari ini berarti udah hari ke 14 sejak 16 Januari lalu. berbagai cerita dari sedih, bahagia, haru, canda, seeemuaaanyaa terrangkum sepaket di folder KKN di sekerat hati ini. #uhuy. berhubung KKN nya belum selesai, berarti ceritanya juga baru setengah :). Btw, ini ga nyangka aja udah 2 minggu aja KKN nya ya. ga kerasa. rasanya pingin diperlama lagi KKNnya. haha. tapi harus sama mereka~

oke, fokus ya. jadi, saya KKN di Desa Medayu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. You know? That’s the best place that I’ve ever lived. Bayangin ya, itu Desa masih asri nya minta ampun, bisa lihat gunung dan bukit-bukit di sekitarnya, udara nya masih sepoi amboi, pemandangan-pemandangan sekitar pun ga ada yang bisa ngalahin! pernah lihat batu segede rumah? nah, ke watukumpul deh, di sana bisa lihat banyak batu segede rumah. namanya juga watukumpul, artinya tempat dimana para batu berkumpul. jalanannya batu-batuan semua. sebelas duabelas lah sama jalan dakwah. berlubang, berbatuan, nanjak curam, turun curam, dan semuanya dihiasi dengan bebatuan, keras dan berat. tapi siapa sangka, perempuan ini, yang katanya tidak sekuat perempuan lain pun bisa melewati jalanan itu dengan izin Allah, yaa meskipun dulu pernah jatuh sekali 😛  Continue reading KKN #1

pra KKN

lagi-lagi, malam ini, seperti banyak sekali hal yang memenuhi isi kepala. telah disapu, dipel, bahkan dikuras-pun, isi kepala ini tetap saja terasa penuh. mau kosong fit? install ulang aja gih 😐 

well, besok saya KKN. eh, hari ini ding. ternyata sudah jam 12:11 am saat saya menulis ini. seperti biasa, saya sulit memejamkan mata. mungkin memang saya selalu ditakdirkan untuk mengoceh lebih lama di sini. karena pada jam-jam rawan lapar seperti ini, banyak orang yang memutuskan untuk membenamkan diri sedalam-dalam nya di dalam selimut tebal supaya terhipnotis dengan kelembutannya, lalu tidur. supaya apa? supaya tak terasa laparnya. padahal jika lapar, tinggal makan kayu-kayu yang ada di sekitar. toh itu mengandung selulosa 😛 

waaah hujaaan :” 

Allahumma shoyyiban nafi’aaan :” alhamdulillah Allah turunkan hujan lagi setelah siang tadi hujan seemprit 😀

ah ya, sampai mana saya tadi? oh iya KKN. nah iya, mulai hari ini, terhitung sejak tanggal 16 januari 2014, saya menjalankan Kuliah Kerja Nyata di Pemalang. mengabdi pada desa, bercengkrama dengan masyarakat, main sama adik-adik.. saya yakin, 35 hari kedepan akan menjadi hari-hari paling menegangkan yang pernah ada 😀

selamat pagi dunia! jangan lupa packing! 

dogmatis

hari ini aku belajar dua hal sekaligus. bersyukur dan bersabar. sebenarnya, dan seharusnya, aku sudah berkali-kali mempelajari dua hal itu. tapi mungkin baru kali ini aku merasakannya :” ah, terimakasih Allah-ku.

kadang memang sebuah kelakuan menjengkelkan, kelakuan yang membuat hati berat dan seperti merasa sudah tidak sanggup lagi bertahan, terlebih justru memberikan efek domino pada yang merasakan. dalam hal ini, aku persempit korbannya. aku. Continue reading dogmatis

reda

jika saja ada hujan yang lebih deras dari hujan terderas yang pernah ada, saya rela berada di bawahnya. memandang dan menikmati saja tidak cukup. saya harus ikut merasakan bagaimana rasanya seperti tanah, daun, ranting, tiang listrik, baju-baju yang belum diangkat dari jemuran, rumput yang berhenti bergoyang– yang kesakitan karena dihujani berkubik kubik air dari langit. tapi mereka tidak teriak atau meringis kesakitan. tak juga pergi dari sana. toh mereka tetap tinggal. menikmati kesakitan yang luar biasa itu. karena mereka yakin, hujan akan reda. hujan akan reda.  Continue reading reda

kau pikir?

kau bilang apa? tak bisa menjelaskannya? kau kira, aku semudah itukah menjelaskan semuanya padamu? kau punya hati bukan? se-tidak-bekerja apapun hatimu itu, tetap saja ia memiliki nurani. dan kau, selalu berhak meminta fatwa pada hatimu. 

kau bilang apa? sedih? menangis? kau kira, aku tak semudah itu meneteskan air mata? kau punya hati bukan? se-tidak-bekerja apapun hatimu itu, tetap saja ia memiliki nurani. dan kau, dengan hatimu itu, akan selalu mengerti mengapa aku begitu mudah meneteskan air mata.  Continue reading kau pikir?

mau bersamaku ?

Bersamaku kamu tidak perlu repot-repot berdandan berjam-jam. Toh make up mu akan kalah oleh hujan. Kita akan hujan-hujanan. Toh nanti make-up mu akan hilang di basuh wudhu. Sederhana saja kan lebih enak.

Bersamaku, kamu tidak perlu takut berbuat aneh. Tidak perlu repot mengatur diri agar terlihat anggun. Aku tidak sedang berjalan bersama model di catwalk kan. Sederhana saja kan lebih nyaman.

Bersamaku, kamu tidak perlu takut untuk kentut atau ijin ke belakang berlama-lama. Namanya juga manusia. Kalau ditahan nanti masuk rumah sakit. Sederhana saja, keterbukaan kan lebih menenangkan. Continue reading mau bersamaku ?