bingung ngasih judulnya apa, gimana kalo Ismail aja?

ketika malam semakin larut dan gelap semakin pekat.. saat itulah tiba-tiba timbul keinginan untuk kembali melatih kelentikkan jari di atas tuts tuts keyboard laptop 14 inch ini. akhir-akhir ini, saya merasa memiliki keluarga baru, yang hangat, penuh canda tawa dan derai air mata. sama seperti kebanyakan cara orang beradaptasi, satu dua mungkin akan mengalami kesulitan. sama seperti saya. yang notabene dibesarkan di keluarga yang heterogen laki-laki dan perempuan, tapi dalam keluarga itu, saya boleh bilang bahwa di sana 95% isinya laki-laki. ah maaf Umi, mungkin keperempuanan Umi memang hanya 5% saja dari sifat laki-lakimu yang dominan. emm, mungkin saat lahir, hormon testosteron mu jauuuhhh lebih banyak dibanding progesteron (?) *duh, ngomong apa gue*.

banyaaak sekali hal-hal yang harus saya adaptasikan. kebiasaan mandi yang sebelum sebelumnya ngga akan pernah bisa nyaman kecuali di rumah sendiri dan di kosan, akhirnya pertama kali saya dipaksa merasa nyaman di sana. saya memang agak ribet untuk urusan mandi, makannya saya bisa bilang kalau saat pertama kali mandi di sana itu seperti paksaan. hahaha. 

kebiasaan gegulingan di sana sini juga akhirnya di sana harus dijaga, karena ada suami Umi (Abi) yang saya hormati, sebagai Abi dan dosen saya yang siapa tau akan menjadi penguji pendadaran saya T___T. belum lagi anak-anak Umi yang terobsesi punya pacar kayak amahnya ini, jadi musti ati-ati dan gak bikin mereka ngerasa di PHPin. duh maaf, mereka masih di bawah umur semua. hahaha. 

nah malam ini, saya sedang tertarik, amat sangat tertarik untuk bercerita tentang salah seorang anak Umi, anak tengah Umi; Ismail. aduh maafkan amah nak, amah lupa nama panjangmu 😥 tapi amah akan tetap bercerita. syalala~

Ismail adalah adik dari Umar dan kakak dari Mush’ab. Yap, Ismail adalah anak tengah. saya tegaskan lagi, Ismail anak tengah. dan saya pun iya. banyak kejadian-kejadian di rumah itu yang membuat saya merenung cukup dalam, memperhatikan kepribadian masing-masing anak dan menelaah nya sendiri. saya menyukai hal itu. apalagi kalau secara tidak sengaja saya menemukan sifat-sifat khas dari mereka atas kebiasaan yang sering mereka lakukan. 

pertama kali saya kenal Ismail saat pertama kali saya melingkar di rumah Umi. anaknya baik, sopan, dan manja. semakin ke sini, saya semakin diperkenalkan oleh sifatnya yang terkadang mirip dengan saya beberapa tahun silam. karenanya, kadang kalau lihat Ismail itu kayak lihat diri sendiri jaman dulu, antara pengen ketawa sama sedih. 

pernah suatu ketika saat itu sepulang melingkar saya tidur-tiduran di rumah Umi karena kepala yang teramat pusing dan sama sekali tak bertenaga untuk mengendarai motor. Umi pun datang untuk memijit kepala saya, dan sungguh, pijitannya sama sekaliiii ga enak >,<. dan seketika itu, ada Ismail di depan pintu melihat saya yang kesakitan dengan tatapan iba. seketika Ismail pun masuk dan bertanya tentang keadaan saya. setelah diminta Umi, akhirnya Ismail pun mau memijit kepala saya. and you know? Ismail sangat lihai memijit kepala. saat memijit, Ismail yang masih kelas 3 SD itu sambil muraja’ah surat Al-Qalam sampai saya tertidur. saat saya sudah agak tertidur, ia pun menghentikan pijatannya dan berniat untuk keluar. tapi saya menahannya dan tetap meminta dia duduk di sana untuk muraja’ah surat itu sambil sesekali saya betulkan bacaannya. 

entah mengapa saya merasa bahwa Ismail cukup berbeda dibanding kedua anak Umi yang lain. Ia jauh lebih ramah dibanding yang lain, pun juga mempunyai cara mencari perhatian sendiri dibanding anak lain. Ia juga lebih sabar dan lebih penurut. ah Ismail, bikin amah nangis lagi deh T.T

sebetulnya saya paling ingat kejadian kemarin sore saat saya main di rumah Umi. Ismail dan Mush’ab sore itu main siput bersama. saya ga ngerti deh itu siput beneran mau dijadiin sop siput atau dibakar -___-. intinya kemarin mereka mainin siput. dan Umi saat itu bersiap untuk mengisi kajian PKK di depan rumah, jadi Umi agak heboh nulis-nulis materi dan bla bla bla sehingga ga sempet ngajak si Mush’ab ke kamar mandi untuk di cebo*in. duh maaf ya ini agak jorok, haha. tapi inilah keadaannya. 

akhirnya Umi minta tolong sama Ismail untuk ngurusin adiknya. mereka cuma beda sekitar 4 tahun, jadi wajar dan sah sah aja kalau mereka masih sering berantem ga jelas. kemarin sore itu si Ismail sibuuuk banget bujuk-bujuk Mush’ab biar mau dibersihin sama Ismail selepas Umi pergi. tapi ya gitu, karena Mush’ab sangat sangat besar sifat gengsi nya, dia pun selaluuuu menolak siapapun yang mau nyebo*in dia, pengennya cuma sama Umi seorang. akhirnya Ismail pun menyerah. tapi ga lama setelah itu, dia duduk di depan saya dan bilang, “aduh amah gimana ya.. Mush’ab jorok banget ga mau ceb*k nih, nanti kalo udah keras Mail ga mau cebo*in ah, jijik.” dan saya cuma bilang, “atuh sana dibujuk lagi adeknya, sekalian dimandiin.”. 

ga lama kemudian, Mush’ab yang masih main-main di luar itu tetiba teriak-teriak manggil Ismail, “Maiiiiiiilllllll……..”. dan Ismail pun segera keluar sambil bilang, “kenapa Mush? sini sini.. ibu tiri dataaaang.. ayo kita ceb*k duluu sambil mandi ya Mush…”. dan akhirnya Mush’ab pun nurut. tapi teteeeep, selesai mandi, Mush’ab masih ngomel-ngomel minta diambilin celana. saat itu Ismail masih bersih-bersih di kamar mandi. nah di kamar tengah tempat ngambil celana itu ada si Umar, tapi Umar hanya berkata, “Ismaiiil, ambilin celana tuh..” (dengan muka garang dan keluar kamar). Ismail pun teriak dari belakang, “kenapa si Mush harus sama Mail? kan ada Umaaar..”. trus kata Mush’ab,”lah orang maunya sama Ismail, kenapa sih harus Umaaar..”. akhirnya dia ngambek. dan Ismail pun ngambilin celananya. setelah diambilin pun Mush’ab masih ngomel karena dia ga mau pake celana itu. mau ga mau akhirnya Ismail masuk kamar lagi dan ambilin celana baru. baru deh setelah itu Mush’ab diem dan bermain bersama lagi -____-. 

yak begitulah. entah mengapa saya seperti melihat diri saya beberapa tahun silam kalau lihat Ismail. ah ya, kepribadian Ismail yang seperti itu sesungguhnya juga dipengaruhi oleh urutan keluarga. tentang si anak tengah. nah di tulisan selanjutnya saya akan ceritakan khusus tentang kepribadian anak tengah. sooo, pantengin blog ini terus yah :))

Advertisements

4 thoughts on “bingung ngasih judulnya apa, gimana kalo Ismail aja?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s