kepribadian anak tengah

Anak-anak tengah biasanya memilki temperamen plegmatis. Mereka menyukai kedamaian dengan segala cara. Anak-anak tengah adalah para negosiator, mediator, dan ahli kompromi. Dipandang secara sinis, mereka mungkin juga sering dipandang suka cari muka, karena mereka tidak suka konfrontasi. Mereka ingin semua rukun, dan mereka cenderung memilikki rasa takut dipersalahkan yang kuat.

Anak-anak tengah paling sukar digambarkan dengan pasti, karena anak-anak tengah dapat menuju banyak arah. Paling sering arahnya bertentangan dengan anak yang tepat diatasnya (anak sulung jika anak tengah adalah anak kedua – anak kedua jika anak tengah adalah ketiga – dst). Kalau si anak sulung adalah bintang olahraga, si anak tengah mungkin menjadi ilmuwan. Kalau anak sulung musisi, anak kedua mungkin menjadi pembalap montor. Dalam banyak kejadian, ia berusaha memahat kepribadiannya sendiri yang berbeda, yang berarti bereaksi menjauhi jalan anak sulung.

Kadang-kadang, anak kedua bisa berpikir dia dapat mengalahkan kakaknya — seperti Donald Trump, Richard Nixon, dan mantan Presiden George Bush Sr. — dan lebih dari satu anak tengah dikenal mengikuti jalan ini dengan penuh semangat. Tetapi kalau si anak tengah beranggapan ia tidak bisa mengalahkan warisan si anak sulung, ia biasanya bereaksi dengan menciptakan jalannya sendiri.

Gender memilikki makna yang lebih penting bagi anak-anak tengah. Anak lelaki tengah yang datang dari keluarga dimana semua anaknyalelaki, cenderung memilikki karakteristik klasik anak tengah, tetapi anak lelaki tengah yang semua saudaranya perempuan, memilikki beberapa karakter anak sulung, karena mereka adalah anak lelaki sulung (hal yang sama berlaku bagi anak perempuan tengah dengan saudara lelaki semua).

Anak tengah klasik biasanya pemain tim yang baik dan bisa diandalkan, stabil, dan setia. Ada beberapa perkecualian, tergantung pada jarak umur. Kadang-kadang anak tengah bisa suka bertengkar, ambisius, pendaki yang tidak sabar untuk menjatuhkan anak sulung, tetapi itu bukan norma.

Anak-anak tengah tidak senyaman anak sulung dalam membuat keputusan. Mereka memilikki tingkat keraguan lebih tinggi daripada anak-anak sulung, dan akibatnya cenderung kurang berbakat dalam memecahkan masalah (walaupun hebat sebagai penengah atau ketika menyelesaikan pertikaian). Mereka tidak mudah tersinggung dan bersahabat, membumi, serta pendengar yang baik. Mereka tidak mementingkan diri sendiri dan sangat setia. Mereka manis, sopan, santai, dan biasanya tipe orang yang sukar digambarkan; mereka tidak menonjol dan tidak membuat gelombang, tetapi bersama mereka sangat menyenangkan.

Disisi negatifnya, anak tengah mungkin kesulitan menegakkan batasan. Mereka mungkin berusaha menyenangkan semua orang, dan akibatnya, membuat semua orang frustasi dalam prosesnya. Ketika sesuatu tidak beres, mereka kadang-kadang menerima disalahkan, bahkan walaupun mereka tidak salah.

Inilah dilema anak tengah: Anak sulung mendapat semua respek. Ia paling tua, paling cerdas, dan paling besar. Si bungsu mendapat kasih sayang. Ia paling lucu, paling kecil, dan membutuhkan paling banyak perhatian. Si anak tengah terjepit diantaranya. Ia tidak medapatkan rasa hormat anak sulung atau perhatian anak bungsu. Bahkan, apa yang paling sering dipersalahkan. Ia tidak bisa menang berdebat dengan anak sulung, dan anak bungsu tidak dapat dipersalahkan karena ia masih kecil, jadi tebak siapa yang akan dituding? Dan kalau anak tengah sampai berani benar-benar memukul si anak bungsu, ia tidak akan bisa duduk tanpa kesakitan selama seminggu.

Walaupun anak tengah tidak dapat distereotipkan dengan mudah, secara umum mereka cenderung lebih suka menyimpan rahasia daripada saudara-saudara lainnya. Sering dipersalahkan membuat mereka enggan mengambil resiko yang tidak perlu, dan menganggap orang lain memilikki niat buruk kepada mereka.

Karena mereka harus membuka jalan sendiri, anak-anak tengah biasanya bermental tangguh dan berpikiran mandiri. Mereka tidak dimanja seperti anak bungsu, karena tidak dihiraukan, mereka sejak dini belajar bahwa mereka harus menentukan jalannya sendiri.  Anda tidak akan melihat terlalu banyak anak tengah yang benci membayangkan harus keluar dari rumah orang tua mereka — biasanya mereka tidak sabar untuk hidup mandiri.

Anak-anak tengah dapat menjadi pasangan yang hebat dalam pernikahan. Bahkan, mereka mewakili yang paling setia dari semua urutan kelahiran. Mereka mungkin tidak semenyenangkan anak bungsu, atau memberi nafkah sebesar anak sulung, tapi mereka sangat setia, ingin menyenangkan, dan menerima perbedaan. Mereka seperti donor darah universal dalam bank darah, karena mereka cocok dengan segalanya.

Karakteristik Si Tengah
  • Fleksibel
  • Santai, easy going
  • Juru damai,  karena mampu melihat persoalan dari berbagai sisi.
  • Senang bergaul – didorong  rasa “terjepit” di keluarga, ia  lebih banyak keluar rumah dan menganggap penting teman-temannya.
  • Murah hati, karena terbiasa berbagi dengan kakak-adik.
  • Menyembunyikan perasaan
  • Pandai beradaptasi
  • Menghindari konflik,  ingin hidup tentram dan damai.
  • Merasa hidup ini kurang adil
  • Merasa kurang dicintai
  • Cenderung menjadi anak yang bermasalah jika kurang diperhatikan orangtua
  • Mandiri
  • Negosiator ulung
  • Senang berkreasi dan mencipta, lebih cocok jadi pengusaha daripada CEO perusahaan.

    nah di atas itu beberapa penjabaran tentang sifat-sifat si anak tengah, sumbernya dari http://renungankopi.wordpress.com/tag/sifat-anak-tengah/ sama http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/keluarga/psikologi/menyiasati.sindroma.anak.tengah/001/007/493/1/1

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s