Titik

Hidup kita bermula dari sebuah titik. Sebuah titik besar yang serupa dengan dentuman dahsyat hingga membentuk alam semesta milyaran tahun yang lalu. Pun akan berakhir dengan sebuah titik. Titik kecil dibelakang yang mengisyaratkan bahwa kematian telah merenggut seluruh kefanaan.

Aku kepadamu pun demikian. Bermula dari sebuah titik. Bermula dari kisah bulan yang serupa titik. Kisah bulan yang memang seharusnya menjadi prinsip hidup–sebenar prinsip hidup. Bahwa, tak perlu lah bersusah melihat sisi gelap dari bulan. Cukupkan diri kita dengan menikmati sisi indah bulan itu. Dan jika bulan diibaratkan seorang anak manusia, bukankah aplikasi nya tak semudah itu? Continue reading Titik

Advertisements

Tuhan Tidak Akan Tinggal Diam

Karena diam adalah bahasa yang hanya bisa dipahami dengan hati. Hanya hati yang jernih, yang bisa melihat diam sebagai sebuah puisi indah, sebagai sajak panjang dalam malam-malam sunyi.

Karena diam adalah bahasa yang hanya dipahami oleh diri sendiri dan Tuhan. Memilih diam, adalah memilih bercakap dengan diri sendiri. Dan hanya Tuhan yang tahu. Sebab itu aku memilih diam. Sebab aku tahu, Tuhan tidak akan pernah diam saja. Dia berbuat sesuatu dan aku tidak tahu. Tapi aku selalu tahu, bahwa Dia tidak sekalipun berniat buruk padaku.

Karena diam adalah bahasa yang selama ini disampaikan bumi kepada langit. Hujan kepada tanah. Angin kepada pucuk-pucuk bunga. Tanah kepada akar pohon. Malam kepada pagi. Dan kini diam adalah bahasa yang aku sampaikan kepadamu.

Sebab alam mengajarkan cinta dalam diamnya. Memelihara cinta dalam diamnya. Memanjatkan cinta dalam bahasanya. Sebab semesta mengajarkan kasih sayang dalam diamnya. Mengajarkan keindahan dalam heningya. Dan ketenangan selalu berhubungan dengan keheningan

Tidak perlu banyak bicara dan banyak tingkah untuk mengungkapan bahasa ini. Sebab, telah aku tahu bahwa meski diam. Tuhan tidak akan diam saja.

(c) Kurniawan Gunadi

Continue reading Tuhan Tidak Akan Tinggal Diam

hal jazaa ul ihsaani illal ihsaan..

Rabb.. kali ini saja.. Izinkan aku menangis.. Biarkan tenggorokan ku tercekat.. Biarkan air mata ini mengalir deras hingga tak ia temukan sisanya. Biarkan hati ini meraung hingga lepas semua bebannya.. Biarkan mata ini basah.. Biarkan Rabb.. Biarkan…

Jika Rasulullah saja mampu meminta Jibril untuk tidak menimpakan Gunung Uhud kepada penduduk Thaif.. Jika Rasulullah saja mampu menahan caci maki hingga rasa sedih yang beliau alami.. Jika Rasulullah saja mampu menyayangi orang-orang yang bahkan telah jelas menyakitinya.. Jika Rasulullah saja mampu.. Jika Rasulullah saja mampu.. Lalu kenapa fitri tidak berusaha mendekatinya hingga fitri mampu sampai pada taraf itu, Rabb? Continue reading hal jazaa ul ihsaani illal ihsaan..

Dzikir Dhuha

Setelah shalat dhuha, biasakan membaca zikir رب اغفرلنا وتب علينا انك انت التواب الغفور (robbighfirlanaa watub ‘alainaa innaka Antattawwaabul ghofuur) sebanyak 100 kali.

Zikir itu luaaass sekali maknanya. Kurang lebih seperti ini :

Wahai Tuhan kami, Penjaga kami, Pemenuh segala kebutuhan dan hajat kami… Pemelihara kami, Pelindung kami, Pengajar kami, dengan segala cara-cara-Mu, Penjaga kami, Penolong kami… Mohon Engkau berikan pertaubatan buat kami, mohon Engkau berikan kekuatan buat kami, untuk berhenti dari segala dosa dan maksiat. Mohon Engkau bimbing kami dan ajarkan kami untuk bertaubat… Mohon Engkau mudahkan kami untuk memperbaiki diri kami… Mohon Engkau tutup segala kesalahan kami, dan dosa-dosa kami, yang membuat kami jauh dari-Mu… Continue reading Dzikir Dhuha

‘Pakaian’ yang Tertanggal

Ada satu kisah dari sebuah buku yang saya baca yang sempurna membuat saya menangis tersedu. Kisah itu terjadi pada zaman ketika Rasulullah masih hidup. Tentang rasa malu.

Malu; mungkin bisa didefinisikan sebagai perasaan tak enak jika kemaksiatan-kemaksiatan dan dosa yang begitu berlimpahnya diketahui orang lain. Bisa juga didefinisikan sebagai sebuah kondisi kejiwaan yang selalu merasa bahwa Allah selalu memperhatikan tiap mili pergerakan kita—hambaNya. Seharusnya, dengan malu, berbagai kedzaliman tidak akan bertebaran di muka bumi, karena dengan rasa malu, seseorang tidak akan melanggar hak-hak orang lain. Continue reading ‘Pakaian’ yang Tertanggal