hal jazaa ul ihsaani illal ihsaan..

Rabb.. kali ini saja.. Izinkan aku menangis.. Biarkan tenggorokan ku tercekat.. Biarkan air mata ini mengalir deras hingga tak ia temukan sisanya. Biarkan hati ini meraung hingga lepas semua bebannya.. Biarkan mata ini basah.. Biarkan Rabb.. Biarkan…

Jika Rasulullah saja mampu meminta Jibril untuk tidak menimpakan Gunung Uhud kepada penduduk Thaif.. Jika Rasulullah saja mampu menahan caci maki hingga rasa sedih yang beliau alami.. Jika Rasulullah saja mampu menyayangi orang-orang yang bahkan telah jelas menyakitinya.. Jika Rasulullah saja mampu.. Jika Rasulullah saja mampu.. Lalu kenapa fitri tidak berusaha mendekatinya hingga fitri mampu sampai pada taraf itu, Rabb?

Jika Rasulullah saja mau menyuapi seorang nenek tua renta tuna netra yang sudah jelas jelas mencaci maki nya setiap hari bahkan di depan muka Rasulullah sendiri, lantas mengapa fitri tak mencoba untuk melakukannya sama seperti yang beliau lakukan 1400 tahun yang lalu, Rabb?

Jika Rasulullah saja bahkan sudah berpesan untuk menghindari amarah.. bahkan beliau menyuruh hingga tiga kali dalam riwayatnya.. lantas apalagi Rabb yang fitri khawatirkan dari ketiadaan amarah itu?

indaaah sekali rasanya jika setiap perbuatan buruk yang orang lain lakukan kepada kita, kita balas dengan ribuan perbuatan baik kepadanya. bukankah Rasul kita memberikan tauladan demikian?

bahkan, murabbiyah fitri, yang fitri sayangi sepenuh hati — bahkan yang sudah berjanji untuk saling menggapai tangan di akhirat jika salah satu dalam keadaan syahid dan yang lain terseret kakinya ke neraka — mengajarkan, bahwa setiap keburukan yang orang lain lakukan kepada kita, maka balaslah dengan kebaikan. meskipun itu sulit. meskipun saat kita melakukannya, kita seperti sedang menyayat hati kita sendiri dengan belati.

tapi indah pada akhirnya.

kau ingat?

“Hal Jazaa ul ihsaani illal ihsaan.. Fabiayyi aalaa irabbikumaa tukadzzibaaan…”

yang artinya..

“Tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan pula.. Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS Arrahman : 60-61).

Selalu berlemah lembutlah kepada sesama.. berbuat baiklah pada mereka.. Hingga pada akhirnya Allah ridha untuk menurunkan kelembutan pada hatimu untuk senantiasa memaafkan sesamamu 🙂

ini, ada quote menarik dari Ibnu Qayyim Al Jauziyyah ::

“Boleh jadi, saat engkau tidur terlelap, pintu-pintu langit sedang diketuk oleh puluhan doa kebaikan untukmu, dari seorang fakir yang telah engkau tolong, atau dari orang kelaparan yang telah engkau beri makan, atau dari seseorang yang sedih yang telah engkau bahagiakan, atau dari seseorang yang berpapasan denganmu yang engkau berikan senyuman, atau dari seseorang yang dihimpit kesulitan dan telah engkau lapangkan. Maka, janganlah engkau sekali-kali meremehkan sebuah kebaikan.”

Laa tahzan, shaliha.. Innallahaa ma’akum :’)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s