Perpisahan

Pertemuan kita ibarat aliran sungai; dimulai dari hulu dan selalu berakhir di hilir. Entah pada akhirnya akan membentuk koloni lagi atau justru berpisah terpencar menjadi bagian mata air. Pertemuan kita juga bisa diibaratkan seperti air hujan. Kita tak pernah tau pada menit keberapa air-air yang ada dimuka bumi menguap kemudian membentuk gumpalan awan di angkasa dan akhirnya turun menjadi rintik hujan. Kita tak pernah tau persis detil tiap awal terjadinya hujan; yang kita tau hanyalah saat ia mulai turun, membasahi ranting pohon, membuat bebauan hujan yang sangat khas ketika bercampur tanah, bahkan hingga membentuk pelangi di langit luas. Pertemuan kita bisa jadi seperti itu. Terjadi secara tiba-tiba – meski kita sama sama tau bahwa tidak ada sesuatu yang tiba-tiba. Pun akan berakhir secara tiba-tiba. Hujan juga seperti itu. Kadang kita tak bisa memprediksi kapan ia berhenti, kapan ia hanya mulai meneteskan satu persatu rintiknya. Sama seperti pertemuan kita.

Selalu ada awal, dan selalu ada akhir. Sama ketika pertama kali alam semesta ini diciptakan. Berawal dari dentuman maha dahsyat dari suatu bola yang padu hingga terbentuk alam semesta dengan jarak jutaan tahun cahaya. Dan pada akhirnya, akan kembali berdentum dahsyat dengan satu tiupan sangkakala pertama, dan meluluhlantakkan seluruh isi semesta.

Tak ada lagi yang bisa disanksikan dari prinsip dualisme tersebut. Bahwa tak ada yang dapat mengawali selain pertemuan, dan tak ada yang dapat mengakhiri selain perpisahan. Itu—jika dan hanya jika kita bicara pada konteks dunia. Di alam sana, jelas berbeda. Setelah pertemuan kita pertama nanti di akhirat sana, selalu ada pertemuan pertemuan selanjutnya yang dinanti. Salah satunya, pertemuan dengan seluruh manusia yang beriman di telaga kautsar, bersama dengan Rasul mulia.

Aku, disini sedang duduk termenung. Menikmati gerimis hujan, yang sedari isya tadi setia menemani, sambil satu dua kali melirik layar handphone, dan satu dua kali mengerjapkan mata, dan satu dua kali kembali menatap layar laptop sambil mengetikkan beberapa baris kalimat.

Kemudian berpikir, merenung, dan menerima pikiran dari hasil renunganku sendiri. Bahwa, tak ada satu manusiapun yang berkeinginan memiliki awal dan akhir yang sama buruknya. Atau awal yang akhir yang tak seimbang rasanya. Atau awal dan akhir yang sama sekali tak pernah dibayangkan. Atau awal dan akhir yang – jauh sekali rasanya dari mimpi mimpi indah yang selama ini ingin diwujudkan. Sungguh, tak ada satu manusia pun yang sanggup berpikir begitu.

Kami – para manusia yang sungguh tak tau malu dan tak tau diuntung ini, selalu, menginginkan sesuatu yang baik, sesuatu yang sempurna, atau paling tidak mendekatinya. Selalu mengingkan pertemuan yang baik, pun diakhiri dengan perpisahan yang sama apiknya. Tak ada yang terlalu lambat dan tak ada yang terlalu cepat.

Namun, perjalanan diantara pertemuan dan perpisahan itu sungguh memberikan banyak sekali cara. Banyak sekali jalan yang pada akhirnya menentukan akan seperti apa akhir cerita itu. Akan seperti apa perpisahannya. Dan tak jarang, kami – para manusia yang tak tau diri dan tak tau malu ini, sibuk menerka bagaimana akhirnya.

Aku, disini, masih saja duduk termenung. Menatap layar laptop sambil menopang dagu, memejamkan mata dan menghela nafas panjang, sesak. Se-sesak saat aku membayangkan akan seperti apa akhir dari pertemuan kita. Akankah pertemuan kita menemukan akhir untuk menciptakan pertemuan-pertemuan selanjutnya yang penuh dengan kebahagiaan intensitas tinggi, atau justru sebaliknya. Menemukan akhir untuk meniadakan pertemuan-pertemuan selanjutnya.

Lalu kamu, maukah menggunakan hati dan logikamu secara padu untuk menentukan jalan mana yang seharusnya kita pilih?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s