1:24

ada yang tak sabar menunggu pagi. katanya pagi selalu memberikan janji-janji masa depan. ia jadi tak nyenyak tidur malam karena terlalu berdebar menanti harumnya aroma masa depan.

ada yang tak sabar menunggu malam. katanya  dengan gelap bisa ia penatkan semua sesak. agar tenggelam bersama pekatnya malam. hidupnya terlalu suram tuk nikmati mentari. karenanya ia memilih malam tuk temani hari.

ada pula yang tak sabar menanti ia. seorang dambaan hati yang telah Allah dandani. dengan cakap rupa juga hati. yang telah menahun ia jaga demi hati demi bertemu denganku, seorang peremuan yang serba cacat sana sini. Continue reading 1:24

Advertisements

Hidup itu ibarat perjalanan seseorang di dalam kereta. Ia berjalan terus menuju tempat akhirnya sembari sesekali berhenti di stasiun-stasiun pemberhentian. di stasiun-stasiun pemberhentian sebelum stasiun tujuanmu, kau tidak turun bukan? Krna memang itu bukan tujuanmu. Lalu di dalam kereta itu kau bisa melihat masa lalu yang lewat meninggalkanmu di belakang sana. Kau bisa meninggalkan kesedihan-kesedihan yang merajam hatimu, pengalaman tak menyenangkan yang kau alami, dan melupakan tiap apapun yang ingin kau tinggalkan dibelakang sana.

Sekarang kau percaya kan bahwa kesedihan memang akan menjadi masa lalu pada akhirnya? Tetap lah berbahagia, karena Allah selalu memeluk hamba-hamba yang tetap berada pada sisi jalan yang lurus meski tak sedikit teman seperjalanan yang memilih untuk melepas genggamam tangan dan pergi menjauhi sumber cahaya. – at Stasiun Purwokerto with Fina

See on Path

Aku berharap, aku bisa terus melangkah keluar dari diriku, menemukanmu yang berada di dalam tempat yang entah bagaimana rupanya. Memberikan kehangatan, cahaya yang tak menyilaukan, dan menggandeng mesra tanganmu hingga kita sama-sama kembali. Sama-sama mencari tau mengapa Tuhan begitu baik mempertemukan aku denganmu. Karena kamu, adalah salah satu alasan, mengapa aku harus berbahagia. Kamu tau kenapa? Agar kamu bisa melihat jelas di dalam mataku. Bahwa bahagia itu adalah memang kamu.

View on Path

Menenang-nenangkan diri.. Menikmati keheningan.. Menyimak kicauan burung-burung, dan menuntaskan tangis yang masih tersisa.

Sembari mematut-matut diri, sudah layakkah diri jika maut kian dekat menghampiri? – at Masjid Fatimatuzzahra

See on Path

Lantas, apalagi yang bisa kulakukan ditengah senyap menyergap hanya ditemani rintihan jangkrik yang makin lirih– selain bermain jump fever ini? Huks.

Semangat se-krip-pik nya ya shalihaa ({}) がんばって!!^_^

View on Path

Jatuh cinta memang indah rasanya. Segala sesuatu yang terjadi segera dilibatkan dalam kisah percintaan. Bunga-bunga bermekaran karna ikut merasakan cinta, pelangi hadir karena kalian jatuh cinta, bintang gemintang benderang untuk merayakan cinta kalian, bahkan hujan yang turun dilambangkan karna kalian — yang sedang jatuh cinta — saling merindu namun belum sempat bertemu. Segala sesuatu dilibatkan. Dan, bukankah kalian ingat betul tiap detil hal-hal yang membuat kalian jatuh cinta? Awal bertemu, kenangan pertama, kenangan termanis, dan detil detil lainnya.

Nah, kalau begitu, masih ingatkah, kapan kalian merasakan betul-betul jatuh cinta pada mereka yang kau sebut orang tua?

View on Path

Tuhan sudah begitu baik. Biarkan kita dekat dengan insan terkasih. Merekapun sudah begitu derma. Kasih sayang, perhatian, bahkan doa — yang merupakan bukti dr sebenar-benar cinta — telah banyak tercurah bagi jiwa. Lalu kita, dengan kebaikan Tuhan memiliki mereka, tak tahu malukah kita untuk menyia-nyiakan mereka begitu saja?

View on Path

Ada banyak hal di dunia ini yang tak bisa kau terima begitu saja penjelasannya. Cinta, misalnya. Tak akan pernah selesai meski tahunan kau coba jelaskan tentangnya. Tapi satu hal yang perlu kau ingat, bahwa cinta tak pernah butuh penjelasan. Ia hanya butuh pembuktian.

View on Path