Hidup itu ibarat perjalanan seseorang di dalam kereta. Ia berjalan terus menuju tempat akhirnya sembari sesekali berhenti di stasiun-stasiun pemberhentian. di stasiun-stasiun pemberhentian sebelum stasiun tujuanmu, kau tidak turun bukan? Krna memang itu bukan tujuanmu. Lalu di dalam kereta itu kau bisa melihat masa lalu yang lewat meninggalkanmu di belakang sana. Kau bisa meninggalkan kesedihan-kesedihan yang merajam hatimu, pengalaman tak menyenangkan yang kau alami, dan melupakan tiap apapun yang ingin kau tinggalkan dibelakang sana.

Sekarang kau percaya kan bahwa kesedihan memang akan menjadi masa lalu pada akhirnya? Tetap lah berbahagia, karena Allah selalu memeluk hamba-hamba yang tetap berada pada sisi jalan yang lurus meski tak sedikit teman seperjalanan yang memilih untuk melepas genggamam tangan dan pergi menjauhi sumber cahaya. – at Stasiun Purwokerto with Fina

See on Path

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s