00:46

Siang dan malam memang selalu ada. Hadir dengan rupa yang sama. Siang dengan teriknya. Malam dengan pekatnya. Kualitasnya yang membedakan. Kadang medung dan hujan bersahutan saling menyapa.

Aku dan kamu pun demikian. Kita selalu ada. Hadir dengan rupa yang sama. Aku yang begini dan kamu yang begitu. Kualitasnya yang membedakan. Kadang datang dengan iman sebesar tak terbayang. Kadang dengan iman bagai buih di lautan.

Kamu ingat kisah Rasulullah dan Jibril yang pernah aku ceritakan kala itu? Detik-detik Rasulullah wafat, Jibril memalingkan wajahnya. Tak ingin melihat Rasulullah. Dan ketika Rasulullah mengira Jibril merasa jijik hingga tak ingin menatap Sang Rasul, Jibril justru merasa tak tega karna kekasih Allah yang paling mulia itu merasakan sakit teramat pedih atas sakaratul mautnya.

Darisitu, kamu bisa menyimpulkan bukan? Bahwa, keengganan bertemu, ketaksiapan bersitatap, bisa jadi karna dua hal. Terlalu benci, atau terlalu cinta. Padamu, aku tetap mengajukan jawaban yang sama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s