Menikah itu…

Bagi saya, pernikahan itu proses menyamakan voltase dua insan yang bisa jadi sama sekali berbeda pemikirannya. Prosesnya juga bukan suatu yang singkat. Butuh kelapangan waktu, terlebih kelapangan emosional untuk berusaha saling mengerti satu sama lain. Bukan berarti pernikahan itu tidak menyenangkan. Malah teramat menyenangkan. Karna dengannya, kau jadi tau betapa setiap apapun yang dilakukan berdua, dengan cinta, akan menuai berkali kali lipat pahala dan juga menggugurkan dosa. Maka itu, pernikahan boleh jadi adalah salah satu jalan bagi anak muda yang seringkali terjebak dalam cinta-cinta buta menyesatkan.

Saya, sebetulnya pernah menuliskan sederetan keinginan di sebuah buku agenda kecil; dan salah satu dari keinginan itu adalah untuk menikah di usia 23 tahun. Entah jin apa yang merasuki saya hingga saya menulis keinginan itu di buku kecil usang kala itu. But, that works! Saya benar-benar menikah di umur saya yang ke 23 tahun. Empat hari setelah hari lahir saya berlangsung. Bersyukur? Tentu. Selain karna keinginan saya masa lampau yang ternyata terkabul, Maa Syaa Allah. Juga karna suami saya yang In Syaa Allah luar biasa.

Saya mengenal suami saya sejak saat kami sama-sama berada di salah satu perguruan tinggi negeri di Purwokerto, Jawa Tengah. Beliau angkatan 2007, sedang saya 2010. Kami berbeda jurusan. Suami saya mengambil jurusan Ilmu Politik, dan saya Kimia murni. Sering bertemu? Tentu tidak. Selain karna letak kampus yang depan-belakang, juga tidak pernah ada agenda-agenda kampus yang sering mempertemukan. Hingga kami pada akhirnya saling mengenal di salah satu organisasi yang mempertemukan mahasiswa-mahasiswa muslim di dalamnnya. Meskipun satu organisasi, frekuensi untuk berada dalam satu forum pun terbilang amat jarang. Kami berbeda distrik. Beliau bagian depan, sedang saya belakang. Namun di tahun terakhir, kami pernah berada dalam satu divisi yang sama saat kami disatukan dalam organisasi tersebut tingkat daerah. Beliau sebagai pemimpin divisi itu, saya dan teman-teman yang lain sebagai jundi (anggota) nya. Beberapa kali sempat berada dalam forum yang sama, namun tetap saja, kami hanya saling mengetahui, bukan mengenal. Karna dulu, kami sama-sama sedang melihat ke arah yang berbeda.

Sampai tiba saatnya Continue reading Menikah itu…

Advertisements