3:51

terkadang, kita merasakan kesedihan, kekhawatiran, atau apapun perasaan-perasaan tidak menyenangkan itu ketika kita terlalu sering memperhatikan apa yang ada di atas kita, tanpa kita mau tau tentang bagaimana keadaan yang ada di bawah sana. kita mungkin lupa bagaimana cara bersyukur, lupa bagaimana seharusnya menyusukuri nikmat yang begitu luar biasa nikmatnya. hingga kita diingatkan, dengan perasaan sedih, dengan perasaan khawatir, dengan perasaan-perasaan lain yang membuat kita terkadang semakin menjadi seperti butiran residu tak berguna dimuka bumi. padahal, kita hanya sedang diingatkan, untuk semakin mengingatNya, dengan cara yang Ia sukai. dengan doa-doa panjang kita misalnya, dengan sujud-sujud khusyu’ kita, dengan rintihan pinta kita, atau dengan apapun cara agar Ia suka, agar Ia perintahkan malaikatNya untuk melindungi kita dari sisi manapun datangnya marabahaya.

lalu perlahan, kita diingatkan tentang mereka yang membutuhkan uluran tangan kita. tentang mereka yang bisa jadi hidupnya tak sebahagia kita, tapi tetap mencoba berusaha terlihat bahagia. tentang mereka yang bisa jadi merasakan sakit luar biasa atas himpitan hidup yang menyiksa, tapi tetap mencoba berusaha meyakini bahwa apapun yang terjadi adalah tidak pernah lepas dari qadarullahNya. dan mereka bebas. dan mereka berhasil. melumpuhkan segala kesakitan, mengibaskan segala kesedihan, karna iman yang mereka punya, adalah lebih dari cukup untuk membuat mereka senantiasa bahagia.

lantas jika kita, yang memiliki beragam kenikmatan, yang selalu bertambah setiap harinya, bahkan bersyukur saja harus memberikan syarat dan ketentuan? bahkan bersyukur saja dengan sayarat bahwa jika kita mendapatkan ini dan itu? padahal mereka yang ada di luar sana, di daerah yang bisa jadi amat dekat dengan kita, selalu bersyukur dengan cara-cara yang Ia sukai, yang Ia cintai, yang Ia ridhoi, meski mereka hanya bisa makan makanan yang bagi kita tak enak. meski mereka hanya bisa menonton terang matahari dan sinar rembulan, ketika kita dengan asiknya menonton televisi sambil tertawa-tawa. meski mereka hanya bisa bermain dengan kenyataan hidup ketika kita sibuk memilih gadget mana yang bisa membuat kita terlihat semakin mewah. meski mereka hanya bisa berujar syukur dengan seutas senyum tulus ketika kita sibuk bertanya mengapa ini terjadi pada kita, mengapa begini, mengapa begitu.

tak pernah ada satu hal yang terjadi pada diri manusia, kecuali semuanya sudah digariskan dengan tepat oleh Tuhan kita Yang Maha Agung. maka setiap rasa sakit, setiap kesedihan, segala kekhawatiran, semua kekecewaan, hanya bisa terlewati dengan penuh makna jika kita terus mendampinginya hingga rasa sakit, kesedihan, kekhawatiran, atau kekecewaan itu sempurna pergi meninggalkan kita nantinya.

teruslah melakukan yang terbaik, dalam apapun kondisinya. jangan pernah pedulikan apa kata orang lain jika kamu benar. karna nantinya, itu semua adalah urusanmu dengan Tuhanmu, bukan dengan mereka.

-Bandung, 27 Januari 2016; 3:51-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s